PN Tangerang

Majelis Hakim PN Tangerang bebaskan Ketua Koapgi dari tuduhan pidana

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang membebaskan Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (Koapgi), Rimond B Sukandi dari tuduhan pidana.

Menurut Hakim, selaku tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan data akta otentik Koapgi, Rimond dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana (konslah). Vonis tersebut itu dibacakan oleh Dr. I Ketut Sudira SH, MH selaku Hakim Anggota PN Tangerang, Rabu (24/5). Sebelumnya diketahui Rimond ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Bendahara Koapgi, Asep W. Adhyana atas dugaan tindak pidana memasukan keterangan palsu ke dalam akta otentik Koapgi.

Hakim Anggota, Dr. I Ketut Sudira SH, MH dalam putusan itu menyatakan bahwa terdakwa Rimond B Sukandi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya. Akan tetapi perbuatan itu bukanlah sesuatu tindak pidana.

Karena itu Majelis Hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (konslah). Untuk selanjutnya memberikan hak terdakwa dalam kemampuan kedudukan, harkat serta martabatnya. Selain itu Majelis Hakim juga menetapkan agar barang asli koperasi dikembalikan kepada saksi Asep Aw, dan surat pernyataan dari Koapgi kepada saksi atas nama Muhammad Juweni, S.H atas salinan asli akte perubahan anggaran dasar koperasi dan seterusnya diberikan kepada saksi, Silvia Ninawaty, SH.

Sementara atas putusan konslah itu Rimond mengaku gembira karena terbebas dari tuduhan pidana yang didakwakan kepadanya. “Putusan di PN Tangerang itu konslah. Itu berarti saya dibebaskan dari semua tuduhan, terbukti bahwa dari perbuatan-perbuatan yang saya lakukan bukan perbuatan pidana. Dan ini membebaskan saya dari pidana,” ujar Rimond.

Lebih lanjut kata Rimond, meski ia melakukan perbuatan seperti yang didakwakan, namun hal itu bukanlah tindakan pidana dan tidak memiliki cukup bukti. Bahkan hal itu sudah dipertanggungjawabkan dan diterima oleh anggota pada rapat anggota tahunan (RAT), tanggal 27 April 2017 lalu.

Selanjutnya atas putusan bebas itu Rimond yang didakwa dalam kasus KHUP pasal 266 ayat 1 itu mengaku belum mengambil langkah hukum selanjutnya. Rimond berharap kasus yang dihadapinya itu bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak, terutama dirinya.

Untuk itu ia mengimbau kepada pemerintah agar regulasi tentang koperasi dapat di revisi kembali, sehingga kedepan koperasi di Indonesia mempunyai kekuatan hukum yang kuat. “Hakim memberikan waktu satu minggu untuk saya berfikir kembali. Ini belum saya putuskan dengan kuasa hukum. Di Undang Undang Nomor 25 tahun 1992 pasal 22 jelas menyatakan bahwa rapat anggota adalah untuk menujuk sebagai ketua. Allhamdullilah saya terpilih kembali dan dipercaya oleh anggota,” pungkas pria yang menjabat Ketua Koapgi sejak tahun 2014 itu. (H3n/lla)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kantongi 45.000 US dolar, pelaku pembobol brankas di Apartemen Amarta Puri dibekuk polisi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dua pelaku pembobol brankas di Apartemen Amarta Puri, Lipo Karawaci, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com