Laskar Betawi Tangsel

Ketua LB DPD Tangsel: Saatnya generasi muda Betawi gunakan budaya “maen otak”

Tangerang Selatan, SUARA TANGERANG – Meminjam istilah penggiat kebudayaan Betawi, Yahya Andi Saputra, soal evolusi budaya Betawi dari budaya ‘maen pukulan’ ke budaya’ maen otak’ yang disampaikannya dalam kegiatan kebudayaan yang digagas Kompas Gramedia bertemakan “SILATurahmi: Maen Pukulan Betawi Dulu dan Kini”, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, tahun 2014.

Menurut  Ketua Laskar Betawi Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Herman Susilo, memang sudah saatnya genarasi muda Betawi tak lagi menggunakan otot (hard power) “maen pukulan” untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, khususnya di Tangsel.

Lanjut Herman,  generasi baru Betawi saat ini harus lebih mengutamakan penggunaan otak daripada otot, dengan konsep “maen otak” ini juga generasi muda Betawi dapat mengembalikan citra buruk bahwa masyarakat Betawi suka berantem, malas, dan mau seenaknya.

“Anggapan atau citra buruk tersebut harus dibuang jauh-jauh dan dipisahkan dari budaya Betawi yang terkenal ramah, egaliter dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” kata Herman.

Herman menyampaikan, kalau dirinya lebih cenderung kepada konsep “maen otak” ketimbang menggunakan otot untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Herman juga berharap masyarakat di luar masyarakat Betawi tidak memandang sebelah mata evolusi budaya Betawi dari maen pukulan (maen otot) ke maen otak.

Sementara itu, tekait dengan nama “Laskar” yang melekat pada Laskar Betawi tidak seperti bayangan masyarakat pada umumnya, kata Herman. Laskar memang identik dengan tentara atau pasukan perang. Namun, makna sebenarnya dari Laskar Betawi adalah lebih kepada berperang melawan budaya luar yang semakin hari menggerus budaya Betawi, termasuk di dalamnya budaya silaturahmi.

“Budaya silaturahmi adalah budaya masyarakat Betawi yang juga harus terus dijaga kelestariannya, bukan hanya itu saja, pesatnya kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini, kita perlu mengawasi anak-anak kita dari gempuran budaya negatif dari luar,” terangnya.

Karena itu putra asli Betawi ini menyampaikan, “Kami telah berkomitmen menjadi bagian dari kelompok masyarakat Betawi yang siap membela dan memertahankan budaya yang menjadi identitas masyarakat Betawi. Inilah kami, Laskar Betawi,” ujar Herman dalam acara Tarawih keliling (Tarling) ke dua selama Ramadan 1438 H, yang dilakukan di Mushola Annajwa di kawasan Pademangan, Pondok Aren, Tangsel, Minggu (4/6) lalu. (H3n)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PSBB Tangsel kembali diperpanjang hingga akhir Oktober

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan bahwa ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com