Metode Tamyiz

Tamyiz, memudahkan setiap muslim, pintar tarjamah al-Qur’an ketika membaca dan mendengarnya

Indramayu, SUARA TANGERANG – Siapa mengajar siapa, anak kecil saja bisa, yang pernah kecil pasti bisa.Tag line ini disampaikan para pengajar metode Tamyiz kepada para santri saat pertama kali memelajari metodeTamyiz.

Metode  ini merupakan sebuah metode baru tarjamah al-Qur’an dan Kitab Kuning yang ditemukan pada awal tahun 1999. Meski masih berumur singkat, namun metode Tamyiz sudah mulai dikenal luas dikalangan pesantren, akademisi, maupun masyarakat pada umumnya.  Metode ini, dipopulerkan oleh Pesantren Bayt Tamyiz yang berdomisili di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Metode Tamyiz adalah formulasi teori Nahwu-Shorof Quantum dengan cara pembelajaran yang mudah dan menyenangkan.  Metode Tamyiz merupakan sebuah metode yang dalam waktu maksimal 100 jam, mampu membuat anak-anak sejak usia kelasa I (satu) Sekolah Dasar / Madrasah Ibidaiyah (SD/MI) dan siapa pun yang bias baca al-Qur’an dengan mudah dapat belajar dan pintar menerjemahkan al-Qur’an 30 Juz serta Kitab Kuning. Setelah belajar 100 jam,  para santri selain memiliki kemampuan menerjemahkan dan menuliskan (imla) al-Qur’an, juga mampu mengajarkan kepada orang lain.  Santri juga dapat mengerti isi al-Qur’an saat mendengar orang lain membaca kitab suci yang Allah sendiri menjamin mudah memelajarinya .

Metode Tamyiz ditemukan bukan karena kebetulan, akan tetapi sebuah hasil riset dan uji coba yang memakan waktu panjang. Metode Tamyiz sudah dipatenkan pada Kementerian Hukum dan HAM dengan Hak Cipta No.016445 Tanggal 05 Mei 2010. Metode yang diperkenalkan sudah dilengkapi dengan kamus al-Qur’an. Kamus a-Qur’an ini dibuat bukan sekedar mencari terjemahan suatu kata dalam al-Qur’an, tetapi juga untuk memudahkan menghafal terjemah al-Qur’an secara sistematis, sehingga dengan demikian, ketika menerjemahkan al-Qur’an menjadi benar-benar mudah dan menyenangkan.

Keunggulan Metode Tamyiz

Mudah dan Cepat, anak kecil saja bisa, apalagi yang pernah kecil. Wakut belajar relatif singkat, yakni 100 jam belajar,yang sudah lulus Tamyiz, bisa mengajarkan Qur’an dan Kitab Kuning, termasuk anak yang masih kecil.

Bedasarkan uji sahih terhadap anak-anak SD/MI yang selesai belajar 100 jam di Pesantren Bayt Tamyiz  hasilnya mumtaz (sangat memuaskan). Artinya, ini mengejutkan karena menembus persepsi spikologis yang mengatakan bahwa, pertama, menerjemahkan al-Qur’an dan Kitab Kuning (ilmu nahwu-shorof) hanya bisa difahami oleh santri remaja dan orang dewasa, kedua, mempelajarinya butuh waktu yang lama dan bertahun-tahun, ketiga, mengajarkannya harus dilakukan oleh ustadz atau kyai.

Setelah melakukan uji shahih terhadap anak-anak atau peserta pelatihan Tamyiz 100 jam, Dr. Ahsin Sakho Muhammad, berpendapat bahwa selam ini kendala yang dihadapi santri di Pesantren di Indonesia selama ratusan tahun adalah sulitnya memformulasikan teori nahwu-shorof dengan cara pembelajaran yang mudah, karena nahwu-shorof terlanjur dipersepsikan sebagai pelajaran yang sulit.  Kendala tersebut:  Pertama, harus belajar membaca kitab nahwu-shorof. Kedua, harus belajar menerjemahkan kitab nahwu-shorof. Ketiga, harus belajar memahami teori kita nahwu-shorof. Kempat, harus belajar mengaplikasikan teori kitab nahwu-shorof pada kitab kuning lainnya, dan kelima, bahkan pada kitab tertentu harus menghafal matan dan nadzon.

Namun, dengan metode Tamyiz, semua kendala itu bisa teratasi. Pasalnya, Tamyiz memberikan kunci-kunci yang strategis untuk kedua teori (nahwu-shorof), dengan Tamyiz santri (peserta uji shahih) bisa lansung membaca, menguraikan struktur kata sekaligus menerjemahkan al-Qur’an dan Kitab Kuning.

Saat ini, metode Tamyiz telah dicanangkan sebagai Mulok (Muatan Lokal) bagi siswa-siswi SD/MI, SLTP/MTs, SMU/SMK/MA dibeberapa Kabupaten/Kota seperti di Kabupaten Mukomuko, dan Kabupaten Indramayu seerta bebeapa lembaga pendidikan ternama di tanah air, seperti Yayasan Pendidikan Islam al-Azhar (YPIA), Boarding school Muhammadiyah Gombong, MIN 4 Pondok Pinang Jakarta dan lain-lain. (1st /ris)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin: Negara menjamin kebebasan berekspresi

Jakarta, SUARA TANGERANG – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan bahwa hak individu masyarakat ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com