SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang

Butuh penambahan lahan sekolah, SMAN 18 Kabupaten Tangerang minta perhatian Pemprov Banten

Kabupaten Tangerang, SUARA TANGERANG –  Satu dari delapan standar pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah standar sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Persoalannya adalah, bagaimana standar minimal tersebut di atas, dapat dipenuhi oleh sebuah lembaga pendidikan, seperti SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang. Sekolah menengah atas ini masih membutuhkan dukungan berupa bantuan dari semua pihak terutama pemerintah provinsi Banten untuk memenuhi standar minimal yang telah ditentukan dalam SNP, yaitu standar sarana dan prasarana berupa tempat untuk berolahraga.

Karena minimnya lahan di lingkungan sekolah, maka setiap kali kegiatan olahraga, pihak sekolah terpaksa meminjam lahan miliki warga setempat untuk kegiatan olahraga siswanya.

“Memang kita akui lahan yang dimiliki sekolah masih di bawah standar,” kata Kepala Sekolah SMAN 18 H Hery Supriyatna MPd, melalui Ideman Junaidi Guru Bidang Kesiswaan, Kab Tangerang, Rabu (12/7) kemarin.

Junaidi menambahkan,  luas lahan sekolah sendiri saat ini sekitar 7000 M2, selain masih minim lahan yang dimilikipun dengan posisi bergelombang (tidak rata, seperti tanah di pegunungan_red), sehingga ada beberapa titik yang tidak bisa digunakan untuk bangunan sekolah.

“Idealnya kan lahan sekolah itu sekitar 1000 m2, dengan kondisi tanah yang datar.” tambahnya.

Sekolah yang terletak di lingkungan Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang tersebut berkomitmen untuk terus memajukan dunia pendidikan, hal itu terbukti dari banyaknya berbagai penghargaan yang diraih oleh sekolah, seperti juara umum beladiri taekwondo, lomba baris berbaris dan lainnya, sehingga tidak heran jika masyarakat sekitar berduyun – duyun mendaftarkan anaknya ke sekolah ini.

“Jumlah siswa di sekolah ini telah mencapai 796 orang terbagi  dalam 20 rombongan belajar (rombel), 16 tenaga pengajar PNS dan 16 Honorer,  kemarin pun banyak permintaan dari warga untuk menyekolahkan anaknya di sini. Namun, karena kurangnya ruang belajar, akhirnya pihak sekolah pun tidak bisa berbuat banyak. ” paparnya.

Junaidi berharap, Pemerintah provinsi Banten dapat melakukan monitoring ke sekolah, untuk melihat kondisi sarana dan prasarana sekolah, sehingga dapat merealisasikan apa yang diharapkan, ia juga mengakui setelah kewenangan untuk sekolah tingkat SMA/sederajat dialihkan ke provinsi Banten, pihaknya sedikit kewalahan ketika mengusul kebutuhan pembangunan di daerah.

“Semoga Pak Gunernur dapat merealisasikan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah ini. ” pungkasnya. (Tib)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini argumen DPR mengapa Kemendikbud harus subsidi PJJ

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyarankan Menteri Pendidikan dan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com