BPJS Ketenagakerjaan Tangsel Gapensi PU

BPJS Ketenagakerjaan Tangsel, sosialisasi dan edukasi program jasa kontruksi

Serpong Utara, SUARA TANGERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosia (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Program Jasa Kontruksi BPJS Ketenagakerajaan  bersama Gapensi  dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di RM Pangeran Khas Minang, Jalan Raya Serpong No.67, Serpong Utara, Kamis (21/7).

“Kegiatan ini sangat perlu dilakukan untuk menyatukan persepsi  kepada kita semua sesuai amanat pemerintah dalam PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), “ kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tangsel, Ibkar Saloma, di Tangsel, Kamis (21/7).

Menurutnya, dalam PP ini ditegaskan, bahwa setiap Pemberi Kerja selain penyelenggara negara wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap orang yang bekerja wajib mendaftarkan dirinya sebagai Peserta dalam program JKK dan JKM kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Saloma mengutip bunyi Pasal 4 ayat (2) PP No.44 Tahun 2015 tesebut.

Menurut PP ini, peserta program JKK dan JKM terdiri dari: a. Peserta penerima Upah yang bekerja pada Pemberi Kerja selain penyelenggara negara (meliputi: a. Pekerja pada perusahaan; b. Pekerja pada orang perseorangan; dan c. Orang asing yang bekerja di Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan); b. Peserta bukan penerima upah (meliputi: a. Pemberi Kerja; b. Pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri; dan c. Pekerja yang tidak termasuk huruf b yang bukan menerima upah).

Sedangkan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang pindah tempat kerja, menurut PP ini, wajib memberitahukan kepesertaannya kepada Pemberi Kerja tempat kerja baru dengan menunjukkan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang dimilikinya. Selanjutnya, Pemberi Kerja tempat kerja baru wajib meneruskan kepesertaan Pekerja dengan melaporkan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan dan membayar iuran kepada BPJS Ketenagakerjaan sejak Pekerja bekerja pada Pemberi Kerja tempat kerja baru.

“Dalam hal Pemberi Kerja belum melaporkan dan membayar Iuran maka bila terjadi risiko terhadap Pekerjanya, Pemberi Kerja wajib memberikan hak-hak Pekerja sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini,” bunyi Pasal 8 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 ini,

Dalam hal Pemberi Kerja nyata-nyata lain tidak mendaftarkan Pekerjanya, menurut PP ini, Pekerja berhak mendaftarkan dirinya sendiri dalam program jaminan sosial kepada BPJS Ketengakerjaan sesuai program yang diwajibkan dalam penahapan kepesertaan.

Karena itu Saloma berharap kepada pengurus dan anggota Gapensi di wilayah Tangerang Selatan untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan baik sebagai Pemberi Kerja atau Pekerja sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut kata Saloma, Sosialisasi dan Edukasi Program Jasa Kontruksi BPJS Ketenagakerjaan ini juga mengacu paka Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Pemennaker) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Bagi Pekerja Harin Lepas, Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Pada Sektor Jasa Kontruksi.

Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC)  Gapensi Tangsel Abdulrahman, yang akrab disapa Harnovi juga mengatakan bahwa kewajiban Pemberi Kerja dan Pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Ini merupakan hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas
dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dengan
tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha dan kepentingan
pengusaha, “ kata Harnovi, Kamis (21/7) siang.

Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tangsel ini juga menyampaikan apresiasinya kepada BPJS Ketenagakerjaan Tangsel yang  telah berinisiatif menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan pada pengurus dan anggota Gapensi Tangsel pada Kamis, 21 Juli 2017 lalu.

“Kegiatan ini tidak semata-mata untuk kepentingan BPJS Ketenagakerjaan, tapi ini untuk kepentingan besama. Kepentingan Pemberi Kerja dan Pekerja , dan juga kepentingan Pemerintah Daerah sebagai pemangku kebijakan dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja di wilayahnya, “ ujar Harnovi.

Senada, perwakilan Dinas PU Kota Tangsel H Awang selaku pembina jasa kontruksi  mengatakan, pihaknya bersama Dinas terkait juga telah menghimbau kepada pengusaha jasa kontruksi di Tangsel untuk memerhatikan masalah kepesertaan BPJS Ketenaganakerjaan bagi para pekerja yang mereka pekerjakan.

“Karena banyak manfaat yang diperoleh bagi peserta ketika terjadi kecelakaan kerja, mulai kecelakaan ringan hingga kematian,” katanya.

Menurutnya, selama ini Dinas PU sering melakukan pembinaan terhadap para pengusaha dan atau badan usaha jasa kontruksi di Tangsel terkait K3 saja. Namun, kedepannya pembinaan itu  akan dilakukan juga kepada tenaga kerjaannya. (H3N)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Permudah pelayanan, Tangsel buka gerai Disdukcapil di pusat perbelanjaan

Kota Tangsel , SUARA TANGERANG  – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Senin, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com