BREAKING NEWS
Lurah Supriyadi

Lurah Supriyadi minta warga ikhlas kosongkan lahan untuk pembangunan RSU Tangsel

Pamulang, SUARA TANGERANG –  Perintah pengosongan lahan milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan Gedung 3 Rumah Sakit Umum (RSU) Kota  Tangsel terus dilakukan.

Warga RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 02 Kelurahan Pamulang Barat yang menempati lahan itu lebih dari 20 tahun tersebut sebagian besarnya telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengosongkan lahan tersebut. Meski demikian, masih ada juga warga yang enggan pindah dengan alasan berbagai alasan.

Untuk itu, Lurah Pamulang Barat, Supriyadi pada Jumat 11 Agustus 2017 kemarin, secara persuasif mencoba memberikan pengertian kepada warga di wilayahnya agar memahami maksud dan tujuan perintah pengosongan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit  itu.

Saat ditemui di lokasi, Supriyadi mengatakan bahwa kehadirannya  di wilayah yang ditempati 19 kepala keluarga (KK) tersebut merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan yang telah dikirimkan tiga kali kepada warga  agar mereka mau melakukan pengosongan lahan yang tepat berada di samping Gedung RSU Kota Tangsel saat ini.

“Ini merupakan bentuk pendekatan sekaligus sosialisasi pada warga di lingkungan RW 02 Kelurahan Pamulang Barat. Selaku Lurah, saya hanya menjalankan tugas dari pimpinan, dan ini adalah bentuk kecintaan saya kepada mereka,  agar mereka dengan ikhlas mau mematahui  perintah pengosongan lahan yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum,  ” ujarnya, Jumat (11/8).

Supriyadi pun mengungkapkan kalau dia juga  mencatat apa saja  keinginan warga RW 02  yang keberatan melakukan pengosongan lahan milik pemerintah kota  Tangsel tersebut.

Perintah kosongkan lahan

Surat Pemberitahuan pengosongan lahan untuk pembangunan Gedung 3 RSU Tangsel

“Alhamdulillah sosialisasi Surat Pemberitahun Kedua berjalan aman dan tertib, meski ada beberapa kendala. Namun itu merupakan hal yang wajar.  Sekali lagi, saya hanya menjalankan tugas. Apa yang dilakukan ini adalah bentuk kepedulian serta kecintaan saya pada warga. Kami akan data semua warga agar Pemerintah Kota bisa menempatkan mereka ke tempat yang layak seperti Rusunawa,” terangnya.

Sementara, Sudiran (73) asli Semarang , mantan petugas kebersihan  di sekolah yang pernah berdiri di atas lahan yang saat ini ingin dikosongkan mengatakan, “Saya sudah siap pindah hanya menunggu kendaraan saja. Tetapi, saya mohon disediakan kendaraan untuk mengangkut kayu- kayu yang masih bagus untuk di tempat yang baru, ” ucap Sudiran, Jumat (17/8).

Senada,  Ily (23) dan istrinya Intan (17)  juga menyampaikan bahwa dirinya siap saja mengosongkan lahan tersebut, namun harus ada uang kerohiman.

“Saya intinya siap dan setuju saja mengosongkan lahan, namun saya berharap ada uang pengganti atau uang kerohiman. Saya ikut yang lain saja bapak bisa bayangkan kalau mengontrak kan harus bayar apalagi anak saya masih berusia 6 bulan, ” tuturnya pada suaratangerang.com. (H3N)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Angka kesembuhan Covid-19 di Kota Tangerang alami peningkatan

Kota Tangerag, SUARA TANGERANG – Angka penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kota Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com