cyber crime

ThreatMetrix Q2 Cybercrime: Tren kejahatan siber global meninggat 100% sejak 2015

Hong Kong, SUARA TANGERANG – ThreatMetrix®, The Digital Identity Company®, Jumat (18/8) kemarin, mengungkapkan jumlah serangan kejahatan siber (cybercrime) telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, dengan jumlah 144 juta serangan yang terdeteksi selama 90 hari terakhir. Kawasan Asia Pasifik mengalami peningkatan kejahatan siber sebesar 45% secara tahunan (year-on-year). Seiring kenaikan jumlah serangan di dunia, pelaku kejahatan siber semakin menyasar berbagai perusahaan dengan model bisnis digital yang tengah mengemuka, seperti aplikasi ridesharing dan media streaming. Hal ini menunjukkan pola kejahatan siber yang terus berubah-ubah.

Kajian ThreatMetrix Q2 Cybercrime mengungkap tren kejahatan siber global yang meningkat hampir 100% sejak 2015. Salah satu faktor pendorongnya adalah kasus penipuan dengan membuat akun baru (new account origination fraud), jumlahnya naik 30% sejak triwulan terakhir. Data curian yang diperoleh dari pembobolan keamanan internet banyak digunakan untuk mengajukan pinjaman baru atau membuat akun perbankan dan eCommerce yang baru. Modus itu juga dipakai dalam melakukan pengujian rincian identitas digital dan serangan berskala besar terhadap berbagai industri yang tak terlalu umum. Hal tersebut paling banyak terjadi di beberapa perusahaan media, yang mengalami peningkatan kasus penipuan dengan pembuatan akun baru sebesar 527%.

“Gerombolan penjahat yang sangat teratur telah membidik beberapa industri terobosan (disruptive) dan sangat berorientasi pada perangkat seluler (mobile-heavy) seperti media streaming dan ridesharing. Sejalan dengan banyaknya model bisnis terbaru yang mengerek tren ekonomi digital, beberapa metode inovatif untuk memonetisasi informasi curian yang ada dalam dark web semakin bertambah jumlahnya,” kata Vanita Pandey, Vice President, Product Marketing & Strategy, ThreatMetrix. ” Lewat aplikasi ridesharing, misalnya, para penipu menggunakan layanan dengan kartu kredit curian atau mengembangkan penipuan pihak kedua lewat penggunaan akun pengemudi yang palsu serta ‘menerima konsumen’ dengan informasi curian.”

Sejumlah tren di Asia Pasifik:

Jumlah serangan kejahatan siber naik 45% sejak triwulan II-2016

Transaksi seluler melonjak 80% sejak triwulan II-2016

Berbagai serangan yang terorganisasi dari Asia Pasifik utamanya menyasar pengambilalihan akun dan penipuan transaksi

Jumlah kasus penipuan perangkat (device spoofing) dan identitas merupakan yang tertinggi di dunia

Untuk pertama kalinya, Jepang termasuk lima negara tujuan terbesar untuk serangan siber.

Kajian ThreatMetrix Q2 2017 Cybercrime – unduh sekarang.

Tentang ThreatMetrix

ThreatMetrix®, The Digital Identity Company®, mengelola jaringan shared intelligence global untuk membedakan pelanggan tepercaya dengan pelaku penipuan. ThreatMetrix diakui sebagai Pemimpin satu-satunya pada 2017 dalam otentifikasi berbasis risiko versi Forrester WaveTM. Pelajari lebih lanjut di www.threatmetrix.com.

Kontak media

Ken Lam, Marketing Director, APAC
ThreatMetrix
Tel: +852 6180 0905
Surel: klam@threatmetrix.com

Silvia Wu
LEWIS
Tel: +852 3944 5015
Surel: silvia.wu@teamlewis.com

(1st/SOURCE ThreatMetrix)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Samakan persepsi, Kapolresta Tangerang kumpulkan elemen buruh dan pelaku usaha

Tangerang, SUARA TANGERANG –  Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, hari ini, Kamis ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com