BREAKING NEWS
Menhan Ryamizard Ryacudu

Beri kuliah umum di UMJ, Menhan: Perlunya semangat dan kesadaran bela negara

Ciputat Timur, SUARA TANGERANG – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu memaparkan alasan perlunya semangat dan kesadaran bela negara kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam  kuliah umum yang disampaikannya di gedung UMJ, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Cirendue, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (28/8).

“Kalian adalah putra-putri terbaik bangsa yang memiliki keistimewaan, bukan hanya kalian telah terpilih sebagai duta-duta pembangunan bangsa ke depan, akan tetapi karena kalian juga telah mampu menunjukkan keteladanan sebagai pelajar terpilih yang berprestasi, berdisiplin dan bermoral serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” kata Menhan Ryamizard di depan ratusan mahasiswa UMJ.

Lanjutnya, “Saya juga ingin berpesan, jadilah kalian sebagai generasi masa depan yang maju dan unggul serta berkarakter, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta teruslah berkarya. Selain itu, kalian juga harus memiliki kekuatan integritas kepribadian yang pancasilais, mental yang kokoh, ulet, tegar, dan pantang menyerah, untuk berjuang demi kemajuan bangsa dan negara yang sangat kita cintai bersama,” ucap Mantan Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005 ini.

Menurutnya, era globalisasi baru merupakan konsekuensi logis dari pola perubahan akibat proses modernisasi yang sarat dengan pola persaingan ekonomi antar bangsa serta saling ketergantungan satu dengan yang lain. Dimana bentuk persaingan yang dinamis ini dapat berdampak terhadap perubahan sistem politik, hukum, mental dan budaya, serta penghayatan terhadap ideologi suatu bangsa.

Dalam kapasitasnya sebagai Menhan, ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin Indonesia kalah dan gagal dalam persaingan di era globalisasi dan modernisasi tersebut, yang pada gilirannya dapat mengancam eksistensi dan keutuhan negara. Karena dalam pandangannya, persaingan globalisasi yang kuat akan keluar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjajah sementara yang lemah akan kalah dan menjadi pecundang dan akan terus terjajah.

“Saya memandang sangat perlu untuk selalu mengingatkan dan menyampaikan tentang Pentingnya Revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai modalitas kekuatan dan pengikat jati diri bangsa agar kita berhasil dalam menghadapi setiap tantangan dalam dinamika globalisasi, “ tuturnya.

Lebih lanjuta kata Ryamizard, “Saat ini kondisi global diwarnai pada fenomena kembalinya semangat nasionalisme akibat mulai timbulnya kesadaran kolektif akan pentingnya kemurnian jati diri sebagai fondasi ketahanan nasional suatu bangsa di dalam menghadapi pelbagai potensi ancaman dan tantangan yang dapat merintangi pencapaian tujuan nasionalnya”.

Ia kemudian menjelaskan bahwa salah satu alasan perlunya kekuatan kesadaran bela negara dan pPersatuan nasional dari bangsa tersebut demi menjaga jati diri dan identitas nasionalnya untuk menghadapi proses persaingan global maupun regional. Dia pun menuturkan, kalau semangat bela negara mampu menyatukan cara berpikir, bersikap dan bertindak bangsa tersebut di dalam menghadapi era modernisasi yang sarat dengan persaingan mempertahankan eksistensi suatu bangsa.

“Dalam hal ini, peran dan andil Muhammadyah sebagai salah satu Organisasi Islam mainstream terbesar di Indonesia sangatlah besar perannya didalam memberikan kontribusi untuk mewujudkan kemerdekaan RI tersebut.   Di dalam DNA kalian telah mengalir nilai-nilai luhur bela negara yang mencerminkan semangat juang semangat kepahlawanan  yang tinggi serta rasa cinta tanah air yang sangat mendalam dan itu tidak perlu kita ragukan lagi, karena Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia menilai, peranan ajaran Muhammadyah dan sekaligus umat Islam Indonesia sebagai pemangku kepentingan negara punya arti sangat penting  dan tidak dapat dihapus dalam panggung sejarah Indonesia.

“Dari unsur-unsur kebangsaan dapat kita simpulkan bahwa kesadaran bela negara sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran al-Qur’an, sehingga seorang musllim yang baik, pastilah seorang warga bangsa yang baik. Bela negara merupakan salah satu bentuk cinta tanah air, dan cinta tanah air di sini haruslah dibuktikan secara kongkrit,” jelasnya.

Bela negara menurut Menhan Ryamizard merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai bangsa yang merdeka berdaulat yang berdasarkan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Sebagai falasafah negara, Pancasila bukan lahir secara mendadak, melainkan proses perjuangan panjang, yang diilhami oleh gagasan-gasan besar dunia, tetapi tatap berakar pada kepribadian bangsa kita, dan juga gagasan besar bangsa Indonesia sendiiri, yang mampu memersatukan selurah rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya. (1st/Rls) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wali Kota Arief buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Radio Republik Indonesia

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah hadir sekaligus membuka acara ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com