BREAKING NEWS
Budayawan Betawi

Budayawan Betawi: Pemprov DKI harus lakukan verifikasi dan luruskan narasi puluhan situs bersejarah di Jakarta

Jakarta, SUARA TANGERANG   –  Tokoh sekaligus Budayawan Betawi, Ridwan Saidi mengatakan, bahwa ke depan pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan verifikasi dan meluruskan kembali narasi situs-situs bersejarah yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ridwan Saidi, semuanya ada 50 situs, 48 situs tersebar di Kepulauan Seribu, sedangkan 2 situs berada di seputar wilayah DKI Jakarta.

Hal tersebut mengemuka, pada acara diskusi, Revitalisasi Kebudayaan Betawi dalam Pembangunan Jakarta Baru, Jumat (25/8) di Sekratriat Jakpas, Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Keberadaan situs-situs tersebut lanjut Ridwa Saidi  saat ini dalam kondisi rusak. Ridwan juga mencontohkan, Situs di Pulau Cipir, ini menjadi induk situs-situs  di Jakarta, dan harus direhab karena kondisinya rusak dan narasinya tidak benar.

Sementara yang di Pulau Panggang dalam makam dara putih, masih utuh sedangkan yang di Pulau Kapal diganti oleh Belanda menjadi Ournes. Yang di Pulau Kelor, itu masjid tertua yang ada disana, tetapi justru disebut Benteng Protugis, tidak benar itu, kata Ridwan Saidi.

Sedangkan yang ada di wilayah Jakarta, di Kaliadem ada museum Bahari. Situs di Kalibesar Barat, belakang galangan kapal, informasi terakhir akan dirubuhkan oleh Pemda DKI Jakarta tahun ini, imbuh Tokoh Betawi yang dikenal kritis ini.

Pelabuhan Kaliadem seharusnya jangan ditutup begitu saja, paling tidak ada narasi yang benar sebelum dilakukan penutupan. Ini pelabuhan yang paling rame, dan paling disukai karena kalau malam terang benderang, karena dipasang batu colang caling, sehingga bersinar kalau malam.

Menurut Ridwan Saidi, sebanyak 160 bangunan di Kota Tua, itu bukan bangunan Belanda, bangunan penduduk asli, berlangsung sejak abad 15 M, dimana kondisi ekonomi Batavia pada saat itu sedang makmur.

“Rekonstruksi kebudayaan untuk peradaban Indonesia kedepan ini sangat penting, “jelas Ridwan Saidi.

Disamping itu Ridwan Saidi juga menegaskan agar diperhatikan dan dibuat juga narasi sejarah tentang; Kerajaan Kertajaya, Kerajaan Tirem di Tanjung Priok, Kerajaan Pos di Condet,Kerajaan Kalapagirang di Kalideres dan Sejarah Tanah Abang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengembangkan wisata sejarah, melalui destinasi situs situs bersejarah tersebut bisa menjadi daya tarik para wisatwan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik, asal dikelola dengan baik.

“Dalam kondisi negara kita saat ini, sektor wisata menjadi satu-satunya harapan untuk menggerakan perekonomian negara kita,”ujar Ridwan Saidi.

 

Terkait dengan kondisi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang selalu menjadi bahan perbincangan, Ridwan menyarankan agar Pemerintah Provinsi DKI melakukan langkah-langkah yang tepat untuk membenahi TIM. Hal pertama yang harus dilakukan menurut Ridwan Saidi, harus ada statemen dari Gubernur mendatang akan membangun kembali Masjid Amir Hamzah yang saat ini di robohkan.

“Sejarah panjang masijid Amir Hamzah yang begitu panjang dan melegenda di kalangan seniman harus tetap dijaga. Kondisi saat ini setelah dirobohkanya masjid Amir Hamzah semakin mengenaskan, masjid yang terdesia di basment bawah kondisinya kurang nyaman. Disamping itu  status tanah, khususnya rumah Raden Shaleh yang sekarang jadi IKJ juga perlu dibereskan, ”ujar Budaywan Betawi.

Sementara terkait kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Kebudayaan Betawi, bukan kepada organisasinya, tetapi kepada siapa yang melakukan riil kegiatan Budaya Betawi, pungkas Ridwan Saidi.

(ratman/JP/1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jakarta PSBB lagi, penumpang MRT menurun

Jakarta, SUARA TANGERANG – Jumlah penumpang MRT Jakarta semakin menurun grafiknya, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com