BREAKING NEWS
Ade Kenzo Long March

Relawan Jamkes watch Ade Kenzo long march Surabaya -Jakarta

Tuban, Jatim, SUARA TANGERANG – Ade Kenzo, relawan Jamkes watch yang long march Surabaya – Jakarta, memasuki kabupaten Tuban menginap di komunitas Apa Kabar Tuban (AKT) sebelum melanjutka long march menuju Rembang untuk beristirahat. Kondisi Ade terlihat bugar setelah beristirahat, walaau kakinya mengalami lecet dan sering kram.

“Alhamdulillah, sudah diurut dan sudah membaik. Setelah shalat Jumat ini siap melanjutkan perjalanan,” ujar Arif, relawan Jamkes watch yang mengawal  menggunakan ambulance.

Sepanjang perjalanan, rombongan membagikan selebaran berisi tuntutan perbaikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Mereka antusias dan mendoakan agar peserta longmarch sampai di Jakarta dengan selamat, ujar Arief.

“Saya terharu. Ternyata dalam kondisi seperti ini masih ada orang yang memikirkan kepentingan rakyat banyak,” kata seorang pemilik warung di pinggir jalan.

Di Tuban, Selain komunitas Apa Kabar Tuban (AKT), long march juga disambut RM Layar 6, Pemuda Tuban Peduli Sosial (PTPS), RONGGOLAWE, GARONG’T, Ronggomania, Dirut RSUD Dr. Koesma Tuban, dan KCU BPJS KESEHATAN Tuban.

Kota-kota yang akan dilalui setelah Tuban,  yaitu Rembang. Berikutnya Pati – Kudus – Demak – Semarang – Kendal – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes – Cirebon – Indramayu – Subang – Purwakarta – Karawang – Bekasi – Jakarta.

Ditempat terpisah,  Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa jalan kaki Surabaya – Jakarta ini mengusung tuntutan perbaikan jaminan kesehatan, seperti:

  1. Mewajibkan seluruh klinik dan rumah sakit termasuk Milik Swasta menjadi provider BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali.paling lambat 1 Januari 2019
  2. Tingkatkan anggaran kesehatan sesuai UU Kesehatan no 36 tahun 2009 pasal 171,  a.5 persen APBN, b. 10 persen APBD.
  1. Pastikan 80 juta penduduk Indonesia yang belum mempunyai program jaminan kesehatan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh negara bilamana mereka tidak mampu membayar. Paling lambat 1 Januari 2019 .
  2. Hapuskan sistem INA CBGs yang menyebabkan antrian pelayanan dan biaya murah sehingga menurunkan kualitas pelayanan klinik dan rumah sakit.

“Longmarch ini adalah bentuk kepedulian kaum buruh untuk rakyat Indonesia. Kami menyebutnya dari parik ke publik,” kata Said Iqbal.

Longmarch jalan kaki Oleh anggota FSPMI dan KSPI ini, lanjut Said Iqbal, membawa isu revisi total sistem JKN-KIS. Faktanya, setelah bayi Debora, ditemukan lagi kasus ibu Rohaini yang meninggal dunia di Bintan Kepri setelah di tolak di RSUD Kepri serta meninggalnya bayi Inayah di Bekasi dan bayi Dedeh di Bogor karena program BPJS yang buruk seperti INA CBG’s.

“Jalan kaki Surabaya Jakarta akan terus berlanjut sampai pemerintah tidak lagi buta dan tuli terhadap aspirasi buruh dan rakyat,” pungkas Said Iqbal. (Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jakarta PSBB lagi, penumpang MRT menurun

Jakarta, SUARA TANGERANG – Jumlah penumpang MRT Jakarta semakin menurun grafiknya, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com