BREAKING NEWS
Monumen Pancasila Sakti

Pro kontra pemutaran film penghianatan G30S PKI 1965

Jakarta, SUARA TANGERANG – Pro kontra pemutaran film penghianatan G30S (Gestapu) PKI 1965 terus mengemuka ke ruang publik. Film yang disutradarai Arifin C Noer ini dinilai tidak etis untuk diputar kembali karena penuh propaganda Orde Baru.

Menurut Ketua Sekretariat Nasional Perlindungan Anak (Seknas PA) Samsul Ridwan, kalau pun ingin diputar hendaknya tidak ditayangkan lewat layar –layar kaca, televisi.

Kata Samsul, dengan pemutaran film tersebut secara terbuka akan memberikan edukasi kepada anak anak atau bahkan sebaliknya.

Lanjutnya, sumber pengetahuan tentang peristiwa G30S PKI banyak ditemukan melalui media lainnya, tidak hanya film yang dinilai penuh propaganda Orba tersebut. Dengan berbagai alasan itu, pihaknya mengimbau agar media mempertimbangkan lebih cermat dan kepada pemerintah seharusnya juga tidak reaktif menanggapi polemik ini.

Berbeda, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, yang tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya.  Dia menegaskan acara nonton bareng (nobar) film kontroversial itu memang perintahnya.

“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin lalu (18/9).

Ia menganggap, pemutaran film tersebut akan bermanfaat bagi generasi muda untuk mengenal sejarah.

“Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi memberi gambaran jangan sampai peristiwa yang pahit dan hitam itu terjadi lagi,” ujar Jenderal Gatot.

Gatot menyoroti di era sekarang berita-berita bohong atau hoaks berkembang liar. Dikhawatirkan isu-isu yang melenceng tersebut diyakini sebagai sesuatu hal yang benar-benar terjadi.

Dengan adanya pemutaran film tersebut, maka masyarakat diingatkan jangan sampai peristiwa yang sama terulang lagi.

Gatot pun menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin berpolemik soal itu, “Biarin aja, saya nggak mau berpolemik. Ini juga upaya meluruskan sejarah. Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu,” jelasnya.

“Dengan menyaksikan Film G 30 S/PKI, hendaknya jangan sampai terprovokasi dan terpengaruh,” lanjut dia.

Menurut Gatot, bahkan Presiden Sukarno sendiri pernah memberi pesan untuk tidak melupakan sejarah. “Sejarah itu jangan mendiskreditkan. Ini hanya mengingatkan pada anak bangsa, jangan sampai peristiwa itu terulang. Karena menyakitkan bagi semua pihak. Dan korbannya sangat banyak sekali,” pungkasnya. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jakarta PSBB lagi, penumpang MRT menurun

Jakarta, SUARA TANGERANG – Jumlah penumpang MRT Jakarta semakin menurun grafiknya, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com