BREAKING NEWS
Ratusan anak Nobar Dongeng Islami

Tharib Muharom, ratusan anak dengarkan dongeng Islami

Jakarta, SUARA TANGERANG –  Ratusan anak-anak dari berbagai usia mengikuti acara Tharib Muharom di Masjid Al Falah, Mampang, Jalarta Selatan. Dengan tema Indonesia Mendongeng.

Dari penjabaran Panitia acara tersebut seperti yang disampaikan, Reksha Mahifa, bisa disimpulkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya kecil  memohon kekuatan kepada Allah untuk menguatkan generasi muslim yang lemah.

Menurutnya, dalam acara mendongeng itu, bisa dikatakan seseorang lemah bukan hanya karena tidak mampu mengangkat sesuatu yang berat, tapi ketika dikatakan miskin maka sudah identik dengan miskin harta.

“Bisa saja seseorang menjadi lemah karena tidak makan, ia tidak makan karena ia tidak punya uang untuk membeli makan. Bisa saja seseorang lemah karena tak punya ilmu, ia tak punya ilmu karena tak didukung oleh harta untuk menuntut ilmu. Jadi lemah adalah akibatnya, sedang harta adalah penyebab dasarnya,” ungkapnya.

Sedangkan pendongeng Islami yang jadi nara sumber kak Imam mengatakan, dengan dongeng, diyakini akan sangat disukai anak anak, sebab cerita-cerita dongeng yang disajikan bisa diterima dengan jelas dengan bahasa anak.

“Bahwa secara umum anak-anak memang menyukai dongeng. Selain disukai anak-anak karena bentuk ceritanya yang penuh imajinatif, dongeng selalu meninggalkan pesan dibalik ceritanya,” ungkap Imam.

Pesan yang hampir serupa tersirat dalam dongeng yang diceritakan dengan judul “Monod dan Bedu”. Si Monod adalah anak yatim piatu yang pincang kaki, bungkuk badan serta rewot rumahnya. Satu kali saat ia mencari kayu bakar ia menemukan sebuah buku. Buku itu kemudian ia bawa pulang untuk dipelajari.

Tapi ternyata buku itu harus dibuka dengan kata sandi, dan kata sandi itu adalah jawaban dari sebuah pertanyaan “Siapakah Tuhan yang patut disembah?”. Maka berlomba-lombalah anak-anak yang mendengar dongeng kak Indri menjawab: “Allah”.

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya kita melihat kalender kita masing-masing. Dan yang terlihat adalah setiap kalender kita tanggalnya berwarna merah. Itu artinya hari libur umum untuk semua kegiatan. Karena alasan awal kita adalah bentuk ketakutan kepada Allah meninggalkan generasi lemah, maka kita pasti tidak mau anak-anak kita di saat liburan diisi dengan kegiatan malas-malasan, bukan?

Sebagai penutup, Indonesia Mendongeng yang merupakan agenda tahunan adalah contoh kecil bentuk kepedulian  kepada anak-anak, khususnya generasi Muslim.

“Kegiatan mendongeng ini sebagai bentuk perwujudan kepedulian pada perkembangan anak. Saat sekarang ini anak TPQ dan TK jarang sekali mendengarkan cerita-cerita dongeng. Namun yang paling penting adalah apapun yang kita lakukan tetaplah menjadi manusia yang beriman,” pungkasnya. (Ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Polri akan tindak tegas pelanggaran prokes di Pilkada 2020

Jakarta, SUARA TANGERANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaran ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com