BREAKING NEWS
Hakim Cepi

ICW: Putusan praperadilan Setya Novanto sarat kejanggalan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Pertimbangan Hakim Cepi Iskandar membatalkan status tersangka Setya Novanto (SN) dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai Indonesia Corruption Watch (ICW) sarat kejanggalan.  Hal ini disampaikan ICW dalam siaran pers yang diterima suaratangerang.com, Jumat sore (29/9).

Menurut ICW, perkiraan ini bukan tanpa dasar, karena sepanjang proses sidang praperadilan ada enam kejanggalan. Berikut ini kejangalannya:

  1. Hakim menolak memutar rekaman bukti keterlibatan SN dalam korupsi E-KTP.
  2. Hakim menunda mendengar keterangan ahli dari KPK
  3. Hakim menolak eksepsi KPK
  4. Hakim abaikan permohonan Intervensi dengan alasan gugatan tersebut belum terdaftar di dalam sistem informasi pencatatan perkara
  5. Hakim bertanya tentang sifat adhoc lembaga KPK yang tidak ada kaitannya dengan pokok perkara praperadilan.
  6. Laporan dari kinerja KPK yang berasal dari Pansus dijadikan bukti praperadilan.

Keenam kejanggalan tersebut adalah penanda awal akan adanya kemungkinan permohonan praperadilan SN akan dikabulkan oleh Hakim Cepi Iskandar.

Selain itu, salah satu dalil Hakim Cepi Iskandar yang paling kontroversial dalam putusan praperadilan tesebut adalah bahwa alat bukti untuk tersangka sebelumnya tidak bisa dipakai lagi untuk menetapkan tersangka lain.

“Dengan dalil tersebut, artinya Hakim Cepi Iskandar mendelegitimasi Putusan Majelis Hakim yang memutus perkara E-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, yang notabenenya sudah berkekuatan hukum tetap,” kata ICW dalam siaran persnya.

Padahal, putusan dikeluarkan berdasarkan minimal 2 (dua) alat bukti yang cukup dan keyakinan hakim dan skema tersebut merupakan hal yang biasa dalam proses beracara di persidangan.

Selain kejanggalan-kejanggalan di atas, dikabulkannya permohonan praperadilan ini juga tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas, termasuk dengan proses yang berjalan pada Pansus Angket KPK di DPR RI.

“Putusan praperadilan ini dikhawatirkan akan menjadi dasar bagi Pansus Angket untuk mengeluarkan rekomendasi yang bukan saja kontra-produktif dengan upaya pemberantasan korupsi, tapi juga melemahkan KPK,” tulis ICW.

Terlepas dari legalitas perpanjangan masa kerja Pansus Angket KPK, bukan tidak mungkin rekomendasi yang akan dikeluarkan nanti dilakukan juga berdasarkan hasil putusan praperadilan ini.

Mengutip pernyataan Ahmad Doli Kurnia Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), ada dugaan bahwa putusan SN sudah dikondisikan sejak sebelum putusan dibacakan hari ini. Hal ini dapat dilihat dari pembahasan RUU Jabatan Hakim yang sedang dibahas di Komisi III DPR RI dengan Mahkamah Agung sebagai salah satu pihak yang paling berkepentingan dengan hal tersebut.

Juga dari dugaan pertemuan SN dengan Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali. Besar dugaan bahwa putusan praperadilan ini tidak dikeluarkan berdasarkan pertimbangan yang tepat dan sarat akan dugaan adanya intervensi pihak lain yang membuat hakim tidak imparsial dan tidak independen dalam memutus.

Untuk itu, ICW mendesak agar Komisi Yudisial menindaklanjuti laporan-laporan yang sudah masuk terkait dengan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Hakim Tunggal Cepi Iskandar dalam proses sidang praperadilan penetapan tersangka Setya Novanto.

ICW juga mendesak Mahkamah Agung (MA) mengambil langkah konkrit dengan melakukan eksaminasi putusan praperadilan yang dikeluarkan oleh Hakim Tunggal Cepi Iskandar dan mengambil langkah tegas manakala ditemukan dugaan penyelewengan hukum yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Lalola Easter dan Taman Langkun tersebut juga ICW meminta KPK harus kembali menetapkan SN sebagai tersangka dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru.

“Selain itu, manakala SN sudah kembali ditetapkan sebagai tersangka, KPK harus bergerak lebih cepat dengan melakukan penahanan dan pelimpahan perkara ke persidangan, manakala sudah ada bukti-bukti yangg cukup.” Usul ICW dalam siaran pers tersebut. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini saran mantan Wakil Ketua KPK Zulkarnain soal RUU Kejaksaan

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Mantan Wakil Ketua KPK, Zulkarnain ikut menyoroti revisi Undang-Undang Kejaksaan Nomor ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com