Apartemen Meikarta

Ratusan Marketing Apartemen Meikarta Cikarang belum dapat gaji selama satu bulan terakhir

Cikarang, SUARA TANGERANG  – “Aku ingin pindah ke Meikarta, “ cuplikan akhir dari iklan property Lippo Grup ini sudah sangat familier di telinga pemirsa televisi di Indonesia.

Namun, tidak ada yang menyangka kalau iklan yang menawarkan kenyamanan dan kemegahan hunian di Meikarta ini dibaliknya menyimpan pilu dari ratusan marketing Apartemen Meikarta Cikarang yang sampai awal Oktober ini belum menerima gaji mereka.

Gaji sebesar Rp. 5 juta yang seharusnya di terima per 28 September 2017 tersebut, hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan. Bahkan ada pula dari mereka yang mengaku belum menerima gaji selama dua bulan terakhir, sejak Agustus 2017.

Salah seorang Marketing berinisial AM warga kota Tangerang mengaku belum mendapatkan gaji. Berbagai cara sudah ditempuh dengan melengkapi berkas-berkas lamaran kerja, absensi, data closingan customer ke pihak Supervisor (SPV). Tapi hingga kini pembayaran gaji belum juga ia diterima.

“Ya cuma janji-janji. Mereka belum memberikan hak kita, tapi sampai hari ini masih menuntut NUP, closingan, absensi. Bahkan sering memberikan ancaman denda dan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak,” katanya, Jumat (6/10).

Ia mengungkapkan, dalam kontrak kerja selama tiga bulan, tidak ada kesepakatan yang mengarah pada PHK kalau seandainya Marketing tidak bisa mendapat closingan customer selama satu bulan.

“Jadi, seharusnya mau ada closingan atau tidak, gaji harus tetap dibayarkan, karena itu hak kita,” ungkap AM pegawai asal Kota Tangerang

Selain belum mendapatkan gaji, mereka juga mengalami tindakan semena-mena yang dilakukan oleh SPV. Banyak marketing yang sering menanyakan gaji, justru dikeluarkan dari grup whatssap (WA) oleh SPV bersangkutan. Ada pula SPV yang memberikan janji soal gaji, namun syaratnya gaji harus dikurangi Rp. 2 juta untuk membayar Nomor Urut Pemesanan (NUP).

Marketing lainnya US menambahkan, pihak Meikarta melalui adminnya selalu beralasan penundaan masalah pembayaran gaji. Dengan alasan input data marketing yang belum selesai. Ditambah lagi nasabah yang sudah melakukan redund (pembatalan boking), sampai saat ini pun belum mengembalikan dananya kepada nasabah tersebut. Dalam kesepakatan tertulis hanya 2 minggu pihak manajemen akan mengembalikan dana nasabah tersebut akan di transfer kepada rekening nasabah (pemesan). Meskipun hanya 2 jt /org, tapi coba dikalikan ratusan nasabah. Berapa dana yang belum dikembalilan oleh pihak meikarta kepada nasabah.

Padahal sistem pendataan di Meikarta tidak sama seperti di pabrik-pabrik yang harus mendata satu-satu, jadi seharusnya lebih mudah. Namun setelah ditelusuri, ternyata banyak berkas lamaran Marketing berceceran tidak terurus.

“Kita setiap hari sudah ngisi data link. Udah nyerahin CV ke SPV. Tapi kalau dari admin team belum diserahkan ke admin Meikarta, ya sampai kapanpun juga gaji tidak akan pernah turun. Padahal tiap DGM itu mempunyai 3 admin. 1 SPV hanya membawahi 10 Marketing. Masa sih input data saja bisa lama?,” Pungkasnya..

Kalau hal ini masih berlarut-larut tanpa adanya kejelasan, lanjutnya, permasalahan tersebut akan dikonsultasikan ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Bahkan mereka juga mengancam akan menggelar unjuk rasa terkait dengan hal tersebut. (Tib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin: Negara menjamin kebebasan berekspresi

Jakarta, SUARA TANGERANG – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan bahwa hak individu masyarakat ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com