BNPT FKPT Banten

BNPT bersama FKPT Banten gelar work shop video festival dan rembuk kebangsaan perempuan pelopor perdamaian

Cikokol Tangerang, SUARA TANGERANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Workshop Video Festival BNPT dan Kegiatan Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada Rabu 18 – Kamis 19 Oktober 2017  lalu merupakan kelanjutan dari kegiatan Lomba Video Pendek BNPT tahun 2016 lalu.

Diketahui, bahwa pada tahun lalu, terkumpul 20 sekolah di Banten yang merupakan peserta lomba video pendek. Dari 20 sekolah tersebut, ada 3 sekolah yang menjuarai di tingkat provinsi yakni Juara 1 SMAN 1 Rangkas Bitung, Juara 2 SMA Global Insan Kabupaten Tangerang dan Juara 3 SMAN 1 Ciruas.

Sebagai juara 1 tingkat provinsi, SMAN 1 Rangkasbitung berhak mengikuti final di tingkat nasional. Karena itu, pada Nopember 2016 tahun lalu, SMAN 1 Rangkasbitung alhamdulillah masuk dalam 5 besar nominasi juara nasional lomba video pendek BNPT tahun 2016 yang dilaksanakan bulan November di Hotel JW Luwansa Jakarta.

Kegiatan workshop festival video BNPT yang disamping merupakan kegiatan tindaklanjut lomba video pendek tahun kemarin, kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya bidang pemuda dan perempuan BNPT-FKPT.

“Kami melaksanakan kegiatan ini dua hari yakni 18 untuk kegiatan Workshop BNPT Video Festival, dan tanggal 19 untuk kegiatan Rembuk Kebangsaan: Pemuda Pelopor Perdamaian,” jelas Ikhwanudin Syarief Ketua Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan FKPT Banten, Serpong (18/10)..

Kegiatan hari pertama, yakni Workshop BNPT Video festival diikuti oleh 50 peserta dari para pelajar se-Provinsi Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada para pelajar tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Disamping itu, menggali potensi potensi generasi muda Banten untuk diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif. Kegiatan positif itu diantaranya belajar membuat film.

Para peserta yang notabene pelajar ini sangat antusias mengikuti pelatihan ini dari pagi hingga sore harinya, apalagi Ketua FKPT Banten Ibu Brigjen Pol (Purn) Hj. Rumiah, SPd, MH mampu membuat suasana lebih ceria dan semangat. Sambil meneriakkan yel-yel yang menjadi ciri khas FKPT Banten, yakni “BNPT, Damailah Indonsiaku; FKPT Damailah Bantenku, Banten, Banten, Banten Cemerlang”. Yel-yel ini sontak diikuti secara serentak oleh seluruh peserta. Bahkan tidak hanya peserta pelajar, tetapi juga seluruh yang hadir di ruangan kegiatan. “Ayo ikuti kata-kata saya ya,” demikian ajakan semangat dari Mantan Kapolda Banten ini mengawali kata sambutannya.

Pada  hari pertama, kegiatan ini dibuka oleh ibu Dr. Hj. Andi Intan Dulung, M.HI (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat) mewakili Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Aliyus. Dalam sambutannya Ibu Andi, yang akrab disapa, memberikan penjelasan bagaimana pentingnya sosialisasi pencegahan radikalisme dan terorisme bagi kalangan pelajar melalui pelatihan pembuatan video/film. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan lomba video pendek tingkat nasional yang pendaftarannya ditutup akhir bulan oktober 2017 ini.

“Insyaalah kita selenggarakan Final Festival Video Pendek nanti bulan Nopember 2017, mudah-mudahan dari Provinsi Banten masuk sebagai salah satu juara nasional”, ujarnya, Rabu (18/10).

Pada sesi pertama, kegiatan ini diisi oleh narasumber Jazuli Abdullah tokoh pemuda Banten, akademisi yang sekaligus staf khusus gubernur Banten.

Jazuli menjelaskan materinya dari mulai begitu pentingnya peran generasi muda, saking pentingnya, generasi muda mempunyai banyak tantangan yang berat diantaranya persoalan terorisme dan narkoba.

“Salah satu obat mujarab, menangkal itu yakni dengan cara memberikan cara pemahaman yang benar terhadap ajaran keagamaan dan membekali mereka dengan wawasan kebangsaan yang kuat,” kata Jazuli.

Sesi ini menjadi pengantar sekaligus bakcground pengetahuan para peserta dalam membuat film. Muatan wawasan kebangsaan ini penting dalam membuat konten sebuah film.

Pada sesi kedua ini, adalah sesi dimana inti kegiatan yakni kegiatan pelatihan pembuatan filmnya. Sesi ini diisi oleh 2 orang narasumber yakni Swastika Nohara (praktisi film/penulis skenario film) dan Verdi Soleman (aktor film). Kedua orang ini dengan gayanya masing-masing dalam menjelaskan materi pembuatan video/film, mampu membuat suasana peserta lebih semangat dan antusias untuk membuat film. Saking antusiasnya, beberapa peserta pelatihan, datang jauh-jauh dari diantaranya SMAN 1 Rangkasbitung Kab. Lebak, SMAN 1 Pandeglang dan SMAN 1 Ciruas.

Kegiatan Hari Kedua, kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri dari unsur guru-guru perempuan dari sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Banten. Demikian pula unsur para tokoh organisasi perempuan dan anggota bhayangkari.

Kegiatan ini dibuka oleh Asda I Pemerintah Provinsi Banten H. Anwar Mas’ud, SH, M.Si yang mewakili Gubernur Banten. Dalam sambutannya Anwar menyampaikan bahwa perang sekarang ini tidak dengan senjata namun dengan yang menggunakan kekuatan lainnya seperti narkoba atau lainnya yang biasa disebut proxy war.

Anwar berharap generasi muda di Banten dapat terlindungi dari pengaruh bahaya radikalisme, terorisme dan narkoba. Oleh karena itu, dia mengharapkan peran aktif ibu-ibu atau kaum perempuan untuk dapat melindungi generasi penerusnya dengan menjadi pelopor perdamaian.

Kegiatan hari kedua, disamping dihadiri oleh peserta dari unsur organisasi perempuan seperti dari Fatayat dan Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, dan lain-lainnya, unsur guru dan anggota bhayangkari, dihadiri oleh tamu undangan lainnya seperti Direktur Bimas Polda Banten Kombes Pol Rudi Haryanto, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Mahdi Kasie PKH.

Pada sesi pertama kegiatan hari kedua, yakni rembuk kebangsaan: pemuda pelopor perdamaian, diisi oleh narasumber Dr. KH. Amas Tadjudin (Sekretaris Umum PW NU Banten) yang menjelaskan begitu pentingnya sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme bagi siapapun tidak terkecuali buat kaum perempuan.

Menurutnya, mengembangkan semangat pemahaman keagamaan yang benar. tidak mudah dengan saling mengkafirkan orang dalam suatu golongan keagamaaan.

Pada sesi kedua, diisi oleh narasumber dari BNPT dan Dr, Moh. Monib (Direktur Eksekutif ICRP).

Sesi ini memberikan penjelasan tentang bagaimana kita memahami dan melaksanakan ajaran secara damai. Dengan gayanya yang khas, mampu membuat suasaana yang riang bagi para peserta yang notebene perempuan semua.

Kegiatan ini diakhiri dengan aksi solidaritas ibu-ibu dengan mengkampanyekan perdamaian di jalan sekitar jalan MH Thamrin Cikokol Tangerang, dekat dengan lokasi kegiatan. (Tb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Benyamin Davnie: Corona sangat mematikan, duka DKI bisa kita rasakan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Meninggalnya Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah karena terpapar COVID-19 ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com