Deklarasi Kebangsaan

Wali Kota Airin: Radikalisme tidak sejalan dengan prinsip kebangsaan

Serpong,  SUARA TANGERANG  – Radikalisme tidak sejalan dengan prinsip kebangsaan. Kata Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rahmi Diany, saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Seminar dan Deklarasi Kebangsaan, Minggu (22/10)) di MAN Insan Cendekia, Serpong.

“Radikal adalah paham, sikap dan aksi yang muncul karena intoleransi, fanatisme, ekslusivitas dan tindakan revolusioner”, ujar Airin.

Lebih lanjut, Airin menuturkan kelompok radikal berarti kelompok yang memiliki paham atau aliran tertentu yang berusaha melakukan perubahan dan pembaharuan dengan menempuh cara-cara kekerasan atau ekstrem.

“Dimensi Radikalisme antara lain: Penolakan terhadap konsep NKRI;Penolakan terhadap Pancasila;Penolakan terhadap prinsip kebhinekaan;Penolakan terhadap hukum positif;Privilige dan dominasi kelompok mayoritas;Jabatan publik hanya untuk golongan tertentu;Penggunaan cara-cara yang revolusioner,ekstrem dan fanatic, “ jelas Airin.

Adapun Strategi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dalam mengantisipasi Radikalisme, menurut Airin, antara lain. Pertama: Memberdayakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),Tokoh/Pimpinan agama dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, ketentraman, kerukunan, kedamaian di kehidupan Masyarakat. Kedua: Memfasilitasi pertemuan atau Silaturahmi dengan Tokoh Agama secara periodic, dan ketiga:  Membuat Pemetaan tentang potensi gerakan radikal di tujuh (7) Kecamatan dan seluruh Kelurahan yang ada di Tangsel.

Sementara itu Ketua Pengurus Daerah DMI Kota Tangsel, Heli Slamet menjelaskan dirinya akan terus berusaha dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalisasi peran dan fungsi Masjid di Kota Tangsel.

“Lima fungsi masjid diantaranya adalah tempat ibadah, berdakwah, sarana pendidikan,fungsi sosial dan juga pemberdayaan ekonomi dan saat ini empat fungsi masjid dirasakan sudah cukup baik, saya ingin meningkatkan fungsi yang ketiga yakni sarana edukasi sebagai benteng pertama dalam pencegahan berkembangnya paham radikalisme, kata Heli.

Pihaknya juga akan terus melakukan pendekatan-pendekatan terhadap masjid yang bersifat ekslusif.

“Sesungguhnya masjid merupakan milik umat Islam bukan hanya salah satu kelompok saja,” tutur Heli.

Hadir pula saat acara diantaranya Ketua PPM UIN, Djoko Bedranaya, Kepala Kemenag Tangsel, Zaenal Arifin, serta para narasumber dari Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Ibu Diana Mutiah dan Bapak  Gazi Saloom.

Acara ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Kebangsaan oleh Walikota Tangsel beserta para peserta Seminar yang hadir. (1st/SYH/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemkot Tangerang resmikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid19

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang secara resmi menetapkan pemberlakuan sanksi bagi ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com