Paperless

DPMPTSP Kota Tangsel: Selamat tinggal tumpukan kertas

Serpong, SUARA TANGERANG – Selamat tinggal tumpukan kertas, mungkin itulah kalimat yang akan diucapkan dalam beberapa puluh tahun kedepan, dimana saat itu kertas akan menjadi barang langka yang hanya ada di museum.

Hal tersebut dapat saja terjadi mengingat fenomena teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini tidak terbendung lagi. Kertas surat mulai tergantikan dengan surat elektronik (e-mail), kartu ucapan terganti dengan media sosial, surat kabar atau media cetak, perlahan juga mulai ditinggalkan para pembacanya, karena mereka telah beralih ke media online, bahkan uang dan  tansaksi perbankkan pun mulai tergantikan dengan sistem m-banking/internet banking.

Sepertinya masa kejayaan kertas akan segera berakhir, kertas dianggap merepotkan, mudah rusak dan butuh ruang untuk menyimpannya.

“Tumpukan kertas di meja kerja dan tumpukan kertas di ruang arsip sebentar lagi akan menjadi kenangan, karena adanya kebijakan menggurangi penggunaan kertas atau paperless dalam kegiatan administrasi kantor,” demikian kata Herman Susilo Kepala Seksi Pelayanan Perizinan Ekonomi pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (27/10) di ruang kerjanya.

“Saya katakan akan menjadi kenangan karena sebentar lagi seluruh pelayanan perizinan di Kantor kami akan dilakukan secara online,” ujar Herman.

Senada, Kepala DPMPTSP Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo SE Ak menjelaskan bahwa, 111 perizinan dan 25 non perizinan akan dilakukan seluruhnya secara online paling lambat di awal November tahun ini.

“Insha Allah, jika tidak ada halangan, 111 perizinan dan 25 non perizinan di Tangsel seluruhnya akan dilakukan secara online. Dan, kami akan terus melakukan inovasi dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kota Tangsel,” kata Bambang.

Selidik punya selidik, ternyata proyek perubahan Diklat PIM III Kepala Dinas yang selalu berpenampilan rapih itu pun ternyata menggunakan sebuah aplikasi Sistem Informasi Surat Masuk dan Surat Keluar (Sisumaker). Hal ini terntunya juga berdampak pada berkurangnya penggunaan kertas di kantornya. Aplikasi tersebut juga telah digunakan oleh seluruh OPD di Tangsel, bahkan Sisumaker ini sudah direplikasi oleh 7 instansi Pemerintahan Daerah, Kementerian dan Lembaga Negara. (1st/H3n/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tak penuhi syarat program RUTHL, rumah Nuraini tak bisa diperbaiki

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG –  Nuraini (42) warga Kampung Jaletreng RT 03/03, Kelurahan Serpong, Kecamatan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com