BREAKING NEWS
Bahasa Betawi

Punahnya Bahasa Betawi

SUARA TANGERANG – Judul tulisan ini kelihatanya lebay, tetapi kenyataannya terus berlangsung. Bahasa Betawi tidak lagi menjadi bahasa kehidupan orang Betawi di perkotaan. karena bahasa Betawi dianggap bahasa kelas 4. Saya katakan bahasa kelas 4 karena saya menemukan kenyataan telah terjadi proses “peminggiran” bahasa Betawi di sekolah sekolah oleh guru.

Kok bisa?

Ya…Saya punya pengalaman menarik tentang hal ini. ketika saya dipanggil oleh guru sekolah SD anak saya, mereka menegur anak saya dan memanggil saya sebagai orang tuanya. Karena anak saya katanya menggunakan bahasa yang kasar dan tak pantas. saya kemudia bertanya, memangnya anak saya bicara apa.? Sang guru pun langsung bicara, anak bapak ngomong gue elo ke teman- temanya dan bilang busyet dah

Mendengar penjelasan sang guru, saya tersenyum kemudian saya bertanya ” memang bahasa betawi ngak boleh di pakai di sekolah ini? Bukankah sekolah ini berdiri di sekitar masyarakat Betawi dan menggunakan kultur Betawi ?

Sang guru nampak kaget dengan pertanyaan saya,mukanya memerah. dan ia langsung berkata,”Bukan begitu pak, masalahnya bahasa itu kasar bagi anak anak se usianya”. Saya kembali tersenyum dan menahan diri. Kemudian saya bertanya lagi..”Apa bedanya dengan SD di Tegal, Brebes..anak-anak mereka ngomong jawa kasar…? Bukankah bahasa Betawi merupakan bagian dari bahasa daerah di Indonesia..?

Sang guru terdiam dan tidak bisa bicara lagi..Saya pun pamit.

Sekelumit cerita tersebut menunjukkan bahwa bahasa Betawi bukanlah bahasa yang bisa dilestarikan di sekolah. bahasa Betawi dianggap rendah dan kasar serta terbelakang padahal bahasa Betawilah yang sangat egaliter.

Zaman now orang tua bangga anaknya jago bahasa Inggris, sampai anaknya tidak memiliki kosa kata bahasa Indonesia yang memadai.sebagai contoh ketika anak saya bertanya bahasa Indonesianya crowd kepada saya, padahal itu mudah sekali sekali menurut saya, dan bukan sekali dua kali anak saya gagal menjelaskan dengan menggunskan bahasa Indonesia, selalu dicampur bahasa Inggris. Hal ini membuat saya khawatir karena jika bahasa Indonesia saja sudah mengalami peminggiran apalagi bahasa Betawi ?

Anak anak Betawi tidak akan tahu dan mengucapkan kata “mentang- mentang, nyungsep, lodoh..dlll” karena itu akan hilang.

Dan, bahasa Betawi akan tinggal kenangan..kidszamanow  tak akan tahu lagi..dan mungkin bahasa betawi akan berubah menjadi penggabungan bahasa inggris dan bahasa indonesia yg sekarang sedang jadi trend.Waallahualam

Ditulis Oleh: Helmi Adam, mantan Ketua Mahasiswa Betawi IKIP Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Buruh Mogok Gara-Gara Anies? Koplak!

SUARA TANGERANG – Menanggapi mogok nasional buruh tanggal 6-8 Oktober, seorang politisi partai “anu” berkomentar: ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com