BREAKING NEWS
Gala Diner Pemkot Tangsel

Sambut peserta The 1st Internasional Conference on Law and Justice, Pemkot Tangsel gelar gala diner

Ciputat, SUARA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar gala dinner dengan peserta The 1st Internasional Conference on Law and Justice UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Ruang Blandongan lantai 4, Puspem Tangsel, Ciputat, Kamis (9/11) lalu.

Gala diner tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono, Dekan Syariah dan Hukum UIN Syarif HIdayatullah Jakarta Asep Saepudin serta puluhan The 1st Internasional Conference on Law and Justice dari berbagai negara.

Mewakili Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbu) Kota Tangsel Taryono menyambut baik kedatangan peserta konferensi internasional tersebut di Kota dengan julukan Cemore ini.

Menurut Taryono, dengan gala dinner ini diharapkan sinergitas antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi kian meningkat. “Perguruan tinggi dengan pemerintah daerah harus sejalan. Ide dan gagasan dari perguruan tinggi dapat memajukan Kota Tangsel,” kata Taryono dalam sambutannya di depan puluhan peserta The 1st Internasional Conference on Law Justice.

Kata Taryono, ide dan gagasan dari peneliti dari perguruan tinggi dapat menciptakan good governance untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Saya berharap dengan adanya The 1st Internasional Conference on Law and Justice dapat menciptakan ide dan gagasan untuk memajukan Kota Tangsel,” ujar mantan Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel ini.

Sementara Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepuddin Jahar mengungkapkan, The 1st Internasional Conference on Law and Justice yang bertema good governance dan hak asasi manusia ini penting dikaji terutama penerapannya di negara-negara mayoritas Muslim.

Menurutnya kendati kedua hal ini telah menjadi isu penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dan kesejahteraan sosial masyarakat dunia, namun di banyak negara muslim masih banyak menemu ganjalan.

“Di negara-negara mayoritas Muslim, bagaimanapun, konsep ini masih menghadapi berbagai masalah dari kerangka konseptual sampai yang praktis,” katanya.

Melalui konferensi yang dihadiri akademisi dan peneliti baik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta maupun perguruan tinggi dunia, diharapkan kedua isu tersebut bisa diurai dan dicarikan jalan penyelesaiannya. Selain menjadi kontribusi keilmuan akademisi, pembahasan keduanya menjadi hal penting dalam mendorong tumbuhnya kehidupan sosial lebih baik di negara-negara mayoritas Muslim.

Penyelenggaraan konferensi sendiri bertujuan mengontribusikan peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan keilmuan hukum dan peradilan yang terus berkembang. Kehadiran akademisi peneliti hukum asal lembaga pendidikan tinggi luar juga diharap memperkuat jejaring keilmuan hukum sivitas akademik UIN Jakarta.

“Ini juga tidak lepas dari harapan kita untuk meningkatkan reputasi akademik para dosen dengan mempresentasikan hasil riset dan kajian mereka dalam berbagai sub tema hukum dan peradilan,” terangnya. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pintaria dukung siswa berprestasi dengan potongan biaya kuliah hingga 50%

Jakarta, SUARA TANGERANG – Di tengah kondisi pandemi yang memberikan dampak ekonomi bagi berbagai lapisan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com