BREAKING NEWS
JK Airin

Airin dampingi Jusuf Kalla resmikan IGMP di Tangsel

Setu, SUARA TANGERANG –  Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan pengoperasian fasilitas Iradiaotor Gamma Merah Putih (IGMP) dan Laboratorium Radioisotop Radiofarmaka di Kawasan Puspiptek, Setu, Tangsel, Rabu (15/11).

Kepada Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan), Airin mengucapkan selamat atas diresmikannya iradiator dan laboratorium radioisotop.  “Fasilitas ini bisa memberi sumbangsih ekonomi bagi masyarakat kita. Sebagai lembaga penelitian Batan berkontribusi dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat jalannya,” katanya.

Sementara Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengungkapkan IGMP dibangun untuk memberikan solusi atas permasalahan yang timbul pascapanen di negara agraris dan maritim dengan potensi produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sangat melimpah. Namun karena sistem pengelolaan pascapanennya yang buruk menyebabkan kondisi hasil panen cepat membusuk. IGMP merupakan karya anak bangsa dengan kandungan lokal lebih dari 84 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan, Fasilitas IGMP yang merupakan hasil kerja sama antara Batan dengan Izotop Hongaria di kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan ini diresmikan setelah memperoleh izin Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bappeten).

Jusuf Kalla berharap dengan adanya fasilitas ini hasil pertanian dan produk ekspor pangan di tanah Air dapat ditingkatkan, sehingga turut mendorong kemajuan bangsa.

“Saya ingin menyampaikan terimakasih kepada Batan yang menghadirkan hasil karya yang baik, yang dapat bermanfaat untuk kehidupan kita dan ekonomi bangsa,” kata JK saapan akrab Jusuf Kalla usai memberikan sambutan.

Pembangunan IGMP salah satunya dimaksudkan untuk memperbaiki pengelolaan pascapanen pada produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Selama ini, sistem pengelolaan pascapanen belum maksimal sehingga menyebabkam kondisi hasil panen cepat membusuk.

Selain itu, iradiator berfungsi sebagai fasilitas pengawetan bahan makanan, obat, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan. Dengan menggunakan iradiator, bakteri pembusuk pada bahan makanan akan mati sehingga memperpanjang masa penyimpanan.

Adapun, fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama antara Batan dengan pihak Izotop Hongaria.

IGMP merupakan karya anak bangsa dengan kandungan lokal lebih dari 84%. IGMP didesain dengan kapasitas 2 megacurie yang mampu melakukan radiasi 123 meter kubik per hari.

Saat ini, di Indonesia, baru ada 2 fasilitas iradiasi sejenis, yakni milik Batan dan milik swasta.

Keuntungan dari pemanfaatan IGMP adalah proses efektif, dapat membunuh bakteri pembusuk, tidak ada residu kimia beracun, tidak merusak kandungan gizi pada bahan pangan, bisa untuk produk kemasan, dan dapat digunakan untuk sterilisasi, serta aman dikonsumsi, karena pemberian dosis radiasi telah sesuai dengan Permenkes Nomor 701/Menkes/Per/VIII/2009.

Selanjutnya, pada kesempatan yang sama JK juga meresmikan laboratorium radioisotop dan radiofarmaka di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Batan yang berada di Kawasan yang sama.

Laboratorium ini difungsikan untuk memproduksi radioisotop dan radiofarmaka yang berguna bagi dunia kesehatan. Saat ini produksi radioisotop dan radiofarmaka Batan yang telah banyak diedarkan oleh PT. Kimia Farma untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

Radioisotop dan radiofarmaka berfungsi mendiagnosis dan mengobati berbagai penyakit, diantaranya penyakit kanker dan gondok yang sering diderita oleh masyarakat. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wali Kota Arief buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Radio Republik Indonesia

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah hadir sekaligus membuka acara ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com