Gerakan Daulat Desa

Tujuh belas tokoh nasional prakarsai deklarasikan “Gerakan Daulat Desa”

Jakarta,  SUARA TANGERANG – Tujuh belas tokoh nasional seperti KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Buya Syafii Maarif, Sabar M Tambunan, Abdon Nababan, Maya Rumantir, Sihar Sitorus, Jimly Asshidiq, Brigjen Polisi (Purna) Victor E Simanjuntak, dan beberapa tokoh lainnya, ikut memprakarsai deklarasi Gerakan Daulat Desa (GDD).

Gerakan ini dimaksudkan sebagai sebuah gagasan baru yang menawarkan solusi strategis dalam membangun peradaban masyaralat, bangsa dan negara yang ber-Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Gerakan ini merupakan bentuk sebuah gerakan rakyat semesta dengan andalan strategi kebangkitan kebudayaan 300-an suku-suku besar nusantara yang bermukim di 74.093 Desa dan 8.412 Kelurahan (Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 56 Tahun  2015 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan).

Program utama Gerakan Perubahan GDD berakar pada semangat gotong-royong untuk mewujudkan Desa yang mampu Berdaulat dan Bermartabat.  Sehingga semua Desa dan seluruh warganya dapat segera sejahtera, maju dan bermartabat tinggi. Dengan demikian kota-kota pun dapat segera ikut sejahtera, maju dan juga bermartabat.

Kedepannya, dalam berdemokrasi kita harus berakar kuat pada Budaya Suku Bangsa kita masing-masing. sebagaimana Presiden Jokowi sampaikan, saat ini sistem dan kultur demokrasi kita bak “Demokrasi Kebablasan yang harus diperbaharui dan diperbaiki”. Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 selalu mengatakan bahwa Demokrasi haruslah gembirakan rakyat. Menggembirakan bak layaknya pesta-pesta budaya. Kita akan memulainya dari Desa kita masing-masing. Hal ini menjadi salah satu sasaran yang penting dalam Gerakan Daulat Desa.

Selain itu, para inisiator GDD juga mengajak sekitar 200-an orang tertentu dan terpilih untuk bersama-sama menjadi Deklarator GDD secara Nasional pada hari ini, Sabtu, 9 Desember 2017 di Jakarta.

Beberapa perwakilan suku di nusantara ikut hadir di acara ini, antara lain orang dari Nias, Toraja, Jawa Tengah, Tanah Batak dan daerah wilayah adat lainnya. Mereka hadir sebagai Deklarator Daerah mewakili 300an Suku Nusantara dan 74.093 Desa serta 8.412 Kelurahan.  Nanti sekembalinya mereka ke daerahnya masing-masing, mereka akan memprakarsai pelaksanaan Deklarasi Regional GDD di daerahnya masing-masing.

Bersamaan dengan Deklarasi Nasional GDD, para Inisiator meresmikan markas besar (Mabes) GDD yang terletak di Pancoran, Jakarta Selatan.

Salam Daulat Desa bagi kita semua, ketua panitia Laura Astri Ivo didampingi Humas Deka Saragih, SH, MH mengatakan peresmian atau deklarasi GDD adalah sebuah harapan berperan aktif di tengah-tengah masyarakat untuk menumbuh kembangkan perubahan yang di mulai dari desa.

“Deklarasi Gerakan Daulat Desa akan diadakan Sabtu, 9 Desember 2017 di Markas Gerakan Daulat Desa, Jln. Pancoran Timur VIII No. 6 Jakarta Selatan,” kata Deka Saragih yang juga Pengacara ini dalam siaran pers yang diterima suaratangerang.com, Jumat (8/12) kemarin. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

SMSI Pemprov Lampung

Safari Digital, SMSI ajak Pemprov Lampung bersinergi

Lampung, SUARA TANGERANG  -Guna meningkatkan sinergi di dunia digital, pengurus Serikat Media Siber (SMSI) Pusat ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com