Focus Group Discussion (FGD)

Direktorat Replikasi dan Pengembangan Gerai Sehat Dompet Dhuafa perluas kerja sama kemitraan

Surabaya, SUARA TANGERANG -Direktorat Replikasi dan Pengembangan Gerai Sehat Dompet Dhuafa perluas kemitraan dengan Organisasi Profesi Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Jatim dan Dompet Dhuafa Jatim yang dengan menggelar sebuah acara yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Sebagai narasumber dalam FGD ini adalah, Dr. Dian Islami Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan  Dinas Kesehatan Provinsi  Jawa Timur dan Chohari yang mewakili Deputi BPJS Kesehatan Jawa Timur.

Kegiatan kemitraan ini dilaksanakan untuk mengkaji seberapa jauh keterlibatan sektor swasta dalam upaya penyediaan akses layanan kesehatan primer khususnya di Jawa Timur. Menurut Dr. Yeni Purnamasari, MKM selaku Direktur Replikasi dan Pengembangan gerai sehat Dompet Dhuafa,  mengatakan selain  untuk melihat sebaran dan pemetaan wilayah Faskes swasta yang bekerjasama dengan BPJS, tujuan khusus lainnya di buat FGD ini adalah untuk menjaring seluas -luasnya kemitraan dengan sektor swasta.

“Ini tentunya sesuai dengan visi Dompet Dhuafa adalah berkhidmat  untuk memberikan manfaat bagi kaum Dhuafa di seluruh Indonesia,”ucap Yeni yang dikonfirmasi lewat HP di Sekretariat Ikatan Dokter Indonesia, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Surabaya, Kamis  lalu (7/12).

Selain itu, Dr. Dian Islami selaku Kabid Bidang pelayanan Kesehatan juga menyatakan,”Jumlah fasyankes primer ditargetkan ada 40 orang dokter tiap 100.000 penduduk. Angka ini masih belum terpenuhi dan distribusinya tidak merata.  Sedangkan kepesertaan BPJS yang di FKTP puskesmas rasio antara dokter : kapitasi rata 1: 9000 jiwa lebih. Sementara FKTP swasta rata-rata satu dokter kapitasinya masih di bawah 2000. Angka ini tentu sangat jelas terlihat disparitasnya,” ujar Dian.

Sementara itu, Asisten Direksi Bidang Monev BPJS Jawa Timur menambahkan, “Saat ini FKTP BPJS masih kurang dan BPJS kesehatan sedang giat menambah jumlah FKTP.  Targetnya FKTP harus bertambah sejumlah 65% dari existing (Dokter praktik Mandiri dan Klinik). Jadi ini peluang buat yang belum menjadi FKTP BPJS untuk segera mengajukan. Kami menyediakan  pengajuan FKTP bahkan via online dan dalam durasi 3 pekan sudah akan ada jawaban dari BPJS,” imbuh Chohari.

Menanggapi kepesertaan sektor swasta yang minim, Sekretaris Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Cabang Jawa Timur Dr. Nurhadji menyampaikan agar sebaiknya dibuat konsep perwilayah, bila perlu berbasis desa ( rasio 1 dokter : 2500 jiwa) sesuai dengan WHO dan target pemerintah provinsi.

“ FKTP bisa optimal sebagai gate keeper dan maksimal menjalankan paradigma sehat,” ujar Nurhadji.

Pertemuan Focus Group Discussion (FGD) ini di hadiri oleh Pengurus Cabang dan Komisariat PDUI Cabang Jatim, Dompet Dhuafa Cabang Jatim, KAHMI dan beberapa Yayasan serta LSM lokal lainnya. (Tib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

FSGI duga ada motif politik dibalik program pulsa gratis di sejumlah daerah

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengatakan input ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com