BREAKING NEWS
KPAI Retno Listyarti
Penerbit Pustaka Widyatama memberikan klarifikasi kepada KPAI, pada Jumat 29 Desember 2017

KPAI : Penerbit akui buku “Balita Langsung Lancar Membaca” tak layak terbit

Jakarta, SUARA TANGERANG – Penerbit Pustaka Widyatama akhirnya memenuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada Jumat  29 Desember 2017.

Sebelumnya, peneribit buku yang diduga mengkampanyekan LGBT pada Balita dalam buku berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar)  yang ditulis oleh Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa ini, tidak hadir memenuhi panggilan KPAI yang dijadualkan pada, Kamis (28/12) di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar No. 10-12 Menteng, Jakarta Pusat.

Penerbit yang langsung datang dari Jogjakarta di wakili oleh lima orang perwakilan, yang menjelaskan bahwa ketidakhadiran mereka pada Kamis, 28 Desember 2017, karena tidak menerima surat pemanggilan dari KPAI.

“Ketika staf KPAI menunjukkan surat pemanggilan dan bukti pengiriman melalui pos, pihak penerbit menjelaskan bahwa KPAI mengirim surat panggilan ke alamat kantor lama, yaitu di Kavling Madukisno No.9 Seturan Utara, Sleman, Jogjakarta, sementara alamat kantor yang sekarang ada di Jalan Cempaka Putih No.8 Deresan CTX, Gejayan, Jogjakarta,” jelas Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (29/12).

Lanjut Retno, penerbit mengaku datang ke KPAI atas kesadaran sendiri setelah membaca berbagai pemberitaan di media online pada Kamis, 28 Desember 2017 pasca konferensi pers KPAI digelar.

“Penerbit ingin mengklarifikasi segera agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di masyarakat,” ujar Retno.

Dalam pertemuan dengan KPAI, penerbit Pustaka Widyata mengakui bahwa buku yang dilaporkan ke KPAI adalah buku yang ditulis Intan Noviana dan Purnama Andri Murdapa itu diterbitkan pada tahun 2010. Buku yang diterbitkan hanya satu, namun kemudian membuat heboh karena diduga mengandung unsur kampanye LGBT.

“Saat memberikan klarifikasi kepada KPAI, penerbit cukup kooperatif.  Penerbit Pustaka Widyatama akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa terjadi kesalahan pada konten atau isi buku yang tidak layak untuk diterbitkan itu,” tutur Retno.

“Ini murni kesalahan pihak editor penerbit yang lalai mengkoreksi detail isi buku halaman demi halaman. Atas kesalahan tersebut, penerbit Pustaka Widyatama sudah melakukan penarikan buku sejak terjadi komplain dari pembaca pada tahun 2011 hingga tahun 2012. Semenjak penarikan buku tersebut, maka Pustaka Widyatama sudah tidak memproduksi dan mengedarkan buku tersebut, bahkan Intan dan Andri sudah tidak lagi menjadi penulis di Pustaka Widyatama,” kata Retno mengutip pernyataan pihak penerbit Pustaka Widyatama.

Retno kemudian mengatakan, kepada KPAI penerbit menyatakan bahwa halaman buku yang diunggah ke media sosisal pada Desember 2017 dipastikan adalah buku lama yang sudah ditarik di pasaran, namun karena buku sudah terlanjur dibeli oleh orangtua, maka penerbit sulit menarik kembali, kecuali orangtua mengembalikan buku yang dibelinya ke penerbit untuk dihancurkan.

“Untuk itu penerbit menghimbau, apabila saat ini masih ditemui buku tersebut di pasaran, maka penerbit memohon untuk ditarik dan dikembalikan ke penerbit, untuk yang sudah terlanjur dibeli perorangan, penerbit bersedia membeli kembali untuk kemudian akan dihancurkan,” ungkap Retno.

Tutur Retno, saat KPAI menanyakan apakah sebelum datang ke  KPAI ada komunikasi dengan penulis buku yang heboh ini, penerbit menyatakan sudah melakukan komunikasi dengan penulis dan penulis juga siap jika dipanggil ke KPAI.

Untuk itu, KPAI akan mengirimkan surat panggilan kepada Intan Noviana dan  Purnama Andri Murdapa langsung ke yang bersangkutan karena sudah mendapatkan kontak dan alamatnya dari pihak penerbit, mengingat Intan Noviana sangat produktif menulis buku untuk Balita Belajar Membaca.

“KPAI akan meminta penulis membawa buku-bukunya yang lain, karena khawatir masih terselip kata-kata yang serupa dengan konten yang tidak layak. Pemanggilan direncanakan akan dilakukan pada pertengahan Januari 2018,” pungkas Retno. (1st )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Polri akan tindak tegas pelanggaran prokes di Pilkada 2020

Jakarta, SUARA TANGERANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaran ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com