Tak logis YIM

Aneh, Yusril : Thershold tetap ada. Tapi ditentukan oleh hasil Pileg 5 tahun sebelumnya

Jakarta, SUARA TANGERANG – Dengan UU Pemilu dan Putusan MK, maka ambang batas pencalonan Presiden 20-25% ditentukan oleh Pemilu 5 tahun sebelumnya.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) menilai ini merupakan suatu keanehan, karena ambang batas Pilpres 2019 ditentukan oleh hasil Pileg 2014. Ambang batas Pilpres 2024 ditentukan oleh hasil Pileg 2019. Begitu seterusnya.

“Thershold tetap  ada. Tapi hasil Pemilu DPR lima tahun sebelumnya!, ” ujar Yusril, Sabtu (13/1).

Lanjutnya, ini suatu keanehan. Gimana kalau parpol yang ikut Pileg 5 tahun sebelumnya karena suatu sebab bubar dan tidak ikut lagi pemilu berikutnya?

Lalu, bagaimana dengan orang yang ikut Pileg 2014 tetapi meninggal sebelum Pilpres 2019? Apa suara orang sudah meninggal itu tetap dipakai? Dia juga menyampaikan bahwa dirinya sulit memahami dasar pemikiran yang menurutnya tidak logis dan bisa jadi cuma akal-akalan saja ini.

“Bingung mikirkan semua ini. Padahal Pemilu 2019 serentak. Kalau serentak mestinya ambang batas sudah tidak relevan,”  kata Yusril.

Lanjutnya, dulu kami berjuang agar Pemilu dilaksakan serentak. Dengan Pemilu serentak itu, logisnya presidential threshold jadi tidak relevan lagi.

“Kini segalanya jadi jungkir-balik, Cape saya mikir untuk mencari dasar pemikiran logis dengan aturan ini,” pungkas Yusril. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Paripurna Istimewa HUT ke 28 Kota Tangerang, Arief sampaikan capaian penanganan Covid-19 dan infrastruktur

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Dalam rangka HUT ke 28 Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com