ilustrasi surat suara kotak kosong

Kampanye pilih ‘kotak kosong’ Pilkada 2018 Kota Tangerang viral di sosial media

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Kampanye pilih ‘kotak kosong’ pada Pilkada serentak tahun 2018 di Kota Tangerang vilral di sosial media. Jika di Kabupaten ada Aliansi Kotak Kosong, maka kelompok masyarakat yang mengkapanyekan pilih ‘kotak kosong’ di Kota Tangerang menamakan diri mereka “Jaringan Kota Kosong”  (JKK) Kota Tangerang.

Menurut para pegiat JKK Kota Tangerang, aksi kampanye pillih ‘kotak kosong’ yang lakukan di sosial media ini adalah bentuk keprihatinan dari mereka  kepada partai politik (parpol) yang dinilai tidak mampu melakukan kaderisasi kepemimpinan di level  daerah seperti kabupaten/kota.

“Jaringan Kotak Kosong adalah bentuk ekspresi ketidak percayaan masyarakat terhadap kaderisasi kepemimpinan yang dilakukan parpol di Kota Tangerang,” kata salah seorang pegiat JKK di wall akun Facebooknya, beberapa hari lalu.

Lanjutnya, masa orang jutaan di kota ini tidak ada yang mau mencalonkan diri untuk menantang petahana?

Memang sulit untuk dimengerti, tetapi inilah faktanya, bahwa Pilkada Kota Tangerang tahun ini hanya diikuti oleh satu pasang calon, alias calon tunggal,  yaitu Arief R Wismansyah dan Sachrudin, petahana Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diusung 12 parpol.

Terkait aksi JKK di lini massa yang mulai viral ini, salah seorang Netizen yaitu Muhammad SM lewat akun Facebooknya, menanyakan kepada para pegiat JKK apa alasan memilih ‘kotak kosong’ dan apa untung ruginya?

“Alesan ente milih kotak kosong apa ? Gak ada kandidat lain? Untung rugi apa ya?,” tanya Muhammad di wall Facebooknya,

Netter lainnya,Hendra A juga bertanya,” Kenapa yang mengkampanyekan ‘kotak kosong’ ini tidak mendaftarkan diri saja untuk ikut pilkada….khan suara nya bisa lebih baik dipergunakan.”  Rabu (17/1).

Menjawab pertanyaan tersebut, para pegiat JKK Kota Tangerang mengatakan, inilah pilhan politik mereka untuk memilih atau tidak memilih, yang terpenting adalah apa yang dilakukan ini tidak menyalahi aturan dan perundangan yang berlaku.

“Ini adalah soal pilihan politik, adanya pro dan kontra itu biasa, yang terpenting aksi ini tidak menyalahi aturan atau perundang-undangan yang berlaku,” pungkas salah seorang pegiat JKK. (1st/*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Input data delay, Tangsel masuk dalam zona merah Covid-19

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Kepala Dinas Kesehatan, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com