Kemendag Gandeng APPBI

Tingkatkan daya saing UMKM, Kemendag gandeng APPBI

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mendorong kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku ekonomi kreatif, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kemitraan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM menghadapi perkembangan pusat perbelanjaan.

Hal ini diwujudkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang ‘Penyelenggaraan Pameran Dagang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Pusat Perbelanjaan Indonesia’ antara Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). MoU ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti dan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia A. Stefanus Rridwan S. hari ini, Kamis (1/2) di Hotel Borobudur, Jakarta dalam rangkaian Rapat Kerja Kemendag 2018.

“Kemitraan ini ditujukan bagi para pelaku UMKM agar memiliki daya saing dan pengetahuan mengenai perilaku konsumen di pusat perbelanjaan,” ujar Tjahya.

MoU ini, lanjut Tjahya, merupakan tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada pembukaan acara Rapat Kerja Nasional Tahun 2017 lalu. Mendag mengharapkan pelaku usaha besar dapat meningkatkan perannya dengan memberikan tempat/ruang bagi pelaku UMKM. “Hal ini untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka di mal-mal dan pusat perbelanjaan milik anggota APPBI,” imbuhnya.

Bagi APPBI, selain sebagai wujud dukungan kebijakan Pemerintah, MoU ini sekaligus sebagai wujud tanggung jawab APPBI terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri. “Diharapkan MoU dapat meningkatkan kunjungan masyarakat dan memperluas segmentasi pasar di mal dan pusat perbelanjaan Indonesia sehingga tidak hanya berorientasi menengah ke atas,” ungkap Tjahya.

Dalam MoU ini APPBI diwajibkan menyelenggarakan pameran dagang di area-area strategis pada pusat perbelanjaan dengan peserta pelaku UMKM yang telah diidentifikasi sebelumnya. “Kemendag bersama APPBI akan mengidentifikasi produk dan calon peserta kegiatan pameran serta melakukan kurasi produk,” imbuh Tjahya.

Pameran dagang tersebut paling sedikit diselenggarakan empat kali dalam setahun, dimana dua diantaranya dilaksanakan serentak secara nasional yaitu pada Hari Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda. Anggota APPBI juga diwajibkan mempublikasikan pameran tersebut di lingkup pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Kemendag bertugas mempublikasikan kegiatan pameran di media Kemendag, merekomendasikan pelaku UMKM yang akan berpartispasi, dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait pelaksanaan pameran.

“Dengan MoU ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri yang pada akhirnya akan meningkatkan kecintaan dan penggunaan produk dalam negeri,” pungkas Tjahya.

Pelaksanaan MoU dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di wilayah operasional APPBI. Wilayah operasional APPBI yaitu Provinsi Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa TImur, Kalimantan TImur, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Nasi Kebuli Al-Farizi resmi dibuka

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Jumat, 28 Agustus 2020, bertempat di Food Court Retro Hits ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com