Jurhum PBB

Diduga ada konspirasi di balik tidak lolosnya PBB ikut pemilu 2019

Jakarta, SUARA TANGERANG – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) ke pemilu 2019, karena PBB dianggap tidak memenuhi syarat sebaran anggotanya di Papua Barat, yaitu di Kabupaten Manokwari Selatan yang kurang dari 75 persen.

Hal ini  berbeda dengan KPU Provinsi Papua Barat, melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual Parpol calon peserta permilu 2019, yang digelar di Sekertariat KPU setempat sejak Minggu hingga Senin (12/2), menyatakan PBB dan 15 partai politik lainnya lolos dalam tahapan verifikasi faktual.

“Dengan mencermati dan melihat hari verifikasi faktual, 16 Parpol secara akumulasi presentasi minimal 75 persen di tingkat KPU Papua Barat, memenuhi syarat alias dinyatakan lolos,” ucap Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana, yang membacakan berita acara penetapan, sebagaimana dikutip, papuabaratoke.com, Senin (12/2).

Dari perbedaan putusan KPU Pusat dan KPU Papua Barat tersebut, wajar jika publik menilai PBB telah dizolimi dan diperlakukan tidak adil, karena kalau mau jujur dengan verifikasi faktual sesungguhnya bukan sampling. “Saya yakin tidak ada satu pun partai yang bisa lolos untuk memenuhi syarat sebagai peserta pemilu,” kata Ahamd Yani, mantan anggota Komisi III DPR RI periode 2009 -2014, di Jakarta, Minggu (18/2).

Penilaian Ahmad Yani ini, dibenarkan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) PBB, Jurhum Lantong. Menurut Jurhum, ada kekhawatiran yang berlebihan dari pihak tertentu dalam lingkaran elit kekuasaan sekarang, yang menghendaki PBB tidak bisa ikut pada pemilu 2019 mendatang.

“Ada kekhawatiran yang berlebihan sehingga PBB dijegal untuk tidak ikut dalam pemilu 2019,” kata Jurhum, Minggu (18/2).

Dia pun menegaskan kalau pihaknya akan melawan dan melakukan gugatan pada KPU Pusat dan KPU Papua, terkait tidak diloloskannya PBB menjadi partai peserta pemilu 2019.

“PBB sangat dirugikan dan dipermainkan KPU,” ujar Jurhum.

Sementara itu, di lini masa, dukungan para netizen terhadap pejuangan PBB untuk bisa ikut dalam pemilu 2019 terus bergema, dengan tagar #KPUCurangiPBB, terpantau telah mencapai puluhan ribu tweet hingga, Minggu (18/2) siang.

Sepertinya Ada yang Aneh dengan Putusan KPU RI Hari Ini?. Padahal Pleno KPU Papua Barat PBB dinyakan Lolos Verifikasi Faktual beserta 15 Parpol Lainnya,” twit, Cyber Brihiz lewat akun @CyberBrihiz, Sabtu (17/2) kemarin. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin: Negara menjamin kebebasan berekspresi

Jakarta, SUARA TANGERANG – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan bahwa hak individu masyarakat ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com