BREAKING NEWS
Demokrasi Tanpa Korupsi

Politisi PDIP gelar diskusi seri demokrasi tanpa korupsi

Kabupaten Tangerang, SUARA TANGERANG – Diskusi Seri Demokrasi dengan tema Demokrasi Tanpa Korupsi digelar Partai Demokrasi Infonesia Perjuangan (PDIP), acara ini dipadu dengan Launching Layanan Ambulance Gratis Holopis Kuntul Baris di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kampung Babakan Rt 01/06 Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (3/3)).

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, antara lain Ir. Bondan Gunawan (Ketua Forum Demokrasi), Ade Irawan (ICW), Ito Prajana (Intelektual Universitas Pertahanan), dan Gus Irmon (Gp Ansor).

Selaku penyelenggaa acara, Ananta Wahana yang juga adalah Anggota DPRD Provinsi Banten, mengatakan Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, sengaja mengundang para caleg, dan kawan-kawan padepokan untuk bersama-sama para tokoh, caleg dan elemen masyarakat lainnya mendiskusikan berbagai permasalahan diseputar demokrasi dan pemberantasan korupsi di tanah air.

“Kami berharap, teruma kepada para caleg yang hadir ditempat ini berasal dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk dapat menangkap arti, semangat dari tema diskusi yang dilakukan hari ini, yaitu demokrasi tanpa korupsi,” ujarnya.

Lanjut Ananta, “Jika nantinya menjadi wakil rakyat, selain sangat amanah, dapat serta membawa semangat berdemokrasi tanpa korupsi di Tangerang Raya ini,” harapnya.

Sementara itu, Ito Prajana dalam paparannya mengatakan tindak pidana korupsi yang marak saat ini tak hanya merambah dunia politik. Tetapi, ia juga sudah masuk ke wilayah pertemuan antara politisi dan birokrat, yakni kebijakan publik.

Menurutnya, di tengah ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap prilaku penyelenggara negara, eksekutif, legislatif dan yudikatif yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya, maka tema diskusi kali ini, “Demokrasi tanpa Korupsi” menjadi materi yang menarik dan sangat relevan dibahas dalam kondisi kekinian.

“Saya rasa bahwa di republik ini yang bisa melakukan korupsi adalah oknum eksekutif, legislatif dan yudikatif sebagai pengguna anggaran negara,” katanya.

Kendati ada cukup banyak studi dan tulisan yang mengkaji isu demokrasi, dan juga perihal korupsi tapi sedikit sekali studi yang fokus pada korupsi di dalam proses demokrasi itu sendiri.

Banyak dari elemen masyarakat, penyelenggara negara atau pemangku kekuasaan berkeinginan kuat untuk menaklukan korupsi secara masif dan tuntas. Ada cukup banyak ide, gagasan, cara, alternatif dan upaya untuk membangun semangat serta inisiatif anti korupsi terus mengalir dari publik. “Karena itu, jangan pernah ada kata menyerah melawan korupsi. (1st/*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Diserang kubu lawan, ini tanggapan Benyamin Davnie

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Lebih kurang tinggal dua bulan lagi menuju hari pencoblosan, 9 ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com