BREAKING NEWS
TPA Cipeucang

Kejari Kabupaten Tangerang masil pelajari laporan YAPELH soal pencemaran lingkungan

Kabupaten Tangerang, SUARA TANGERANG – Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, masih mengkaji laporan dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang Firdaus mengatakan, bahwa saat ini berkas laporan dari Yayasan Peduli lingkungan Hidup (YAPELH) sudah didisposisikan ke Kasi Intel.

“Sedang dipelajari serta dilakukan penelaahan,” kata Firdaus, Selasa (13/3) lalu yang dilansir sejumlah media online di Tangerang Raya.

Sementara, Uyus Setia Bhakti Direktur YAPELH mengapresiasi tindaklanjut yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang terhadap berkas laporan dugaan pencemaran lingkungan.

“Kami apresiasi mudah-mudahan dalam penanganan kasus ini penegak hukum itu dapat menegakan Undang-undang penaganan sampah yang memang selama ini diduga kuat telah dilanggar oleh Pemkot Tangsel,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kelompok aktivis ligkungan yang tergabung dalam YAPELH, pada Senin (26/2) lalu telah. melaporkan Wali Kota Tangsel Airin Rachmy Diany ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Pelaporan YAPELH itu bukan tanpa alasan, sebab dalam laporannya aktivis yang bergerak pada bidang lingkungan tersebut menduga kuat kalau selama ini Pemkot Tangsel telah melanggar Undang – Undang No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang No 32 tahun 2009 tetang Lingkungan Hidup.

“Di lapangan, kami menemukan bahwa sumber sampah yang selama ini mengambang ketika Sungai Cisadane meluap itu sumbernya dari TPA Cipeucang,” kata Uyus Setia Bakti Direktur YAPELH sebagimana diberitakan suaratangerang.com, pada Selasa (27/2) lalu.

Menurutnya, sampah – sampah dari hulu yang terbawa arus ke hilir itu sangat wajar. Karena memang TPA milik Pemkot Tangsel itu hanya berjarak 20 sampai 30 meter dari bibir sungai tanpa ada pembatas.Tentunya, sangat wajar ketika air sungai Cisadane meluap sampah itu akan terbawa arus dengan sendirinya.

Bahkan, Pemkot Tangsel sampai saat ini maih mengunakan sistem pembungan sampah itu secara terbuka (Open Dumping). Padahal, sejak tahun 2012 Pemerintah pusat sudah melarang Kota/Kabupaten mengunakan sistem tersebut.

Selain dinilai tidak ada jarak dengan sungai, dalam pengelolaan air lindih TPA Cipeucang juga tidak maksimal. Di mana, banyak ditemukan air lindih dari TPA itu langsung mengalir ke Sungai Cisadane tanpa melalui proses instalasi pengelolaan limbah (Ipal).

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Yepi Suherman membantah pencemaran lingkungan yang bersumber dari TPA Cipecuang. Ini lantaran pihaknya terus melakukan perbaikan agar tumpukan sampah itu tidak terbawa arus Sungai Cisadane.

“Salah satunya adalah dengan melakukan pengolahan sampah. Terutama dalam hal daur ulang sampah dan sebagainya. Ini agar sampah tidak sampai mencemari lingkungan sekitar,” ucapnya. (H3n/T’6or)

Baca juga : Sampah TPA Cipeucang cemari Cisadane, YAPELH laporkan Airin ke Kejari Kabupaten Tangerang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Angka kesembuhan Covid-19 di Kota Tangerang alami peningkatan

Kota Tangerag, SUARA TANGERANG – Angka penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kota Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com