BREAKING NEWS
WH Asosiasi BPPTSI Banten

Gubernur WH hadiri pelantikan pengurus asosiasi BPPTSI Banten

Serang, SUARA TANGERANG – Pengurus asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) Banten 2018-2022, hari ini, Rabu (21/3) resmi dikukuhkan. Diketuai oleh Mulya Rahmatullah, dan Sekretaris Sri Wahyuni.

Gubernur Banten Wahidin Halim yang yang hadir dalam pelantikan tersebut, meminta kepada asosiasi BPPTSI untuk selektif mengawasi perguruan tinggi yang abal-abal.

“Saya lihat banyak kampus di Jakarta buka perkuliahan di daerah lain dengan menyewa ruko. Dengan bayar 15 juta sudah bisa dapat ijazah, apalagi PNS jangan sampe ikut-ikutan karena yang diakui adalah kampus yang terdaftar di Kementrian,” tegas WH, sapaan akrab Wahidin Halim, Rabu (21/3).

Selain itu, Gubernur WH juga berharap ke depannya penyelenggara perguruan tinggi dapat menyesuaikan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga tercipta lulusan yang tepat dengan lowongan yang dibutuhkan dan berdaya saing.

“Jangan mahasiswanya aja diterima sebanyak-banyaknya, tapi tenaga dosen dan sarana prasarana harus diperhatikan,” ujar mantan Wali Kota Tangerang 2 periode itu.

Ditambahkan WH, di Banten ada sekitar 140 lebih perguruan tinggi dengan jumlah penduduk yang mencapai 12 juta orang. Namun diakuinya masih adanya putus sekolah dan terjadi disparitas antara Tangerang Raya dengan Banten bagian selatan.

“Tahun ini sudah menjadi prioritas kita bagaimana peran pemerintah bangun pendidikan di Banten,” tambahnya.

Ketua asosiasi BPPTSI Banten Mulya Rahmatullah mengatakan, kehadiran Gubernur Wahidin Halim menunjukan komitmen dan kepeduliannya di bidang pendidikan, terutama dalam melahirkam SDM yang berkualitas.

“Asosiasi ini sangat strategis sikapi fenomena kebijakan persoalan di lingkungan perguruan tinggi, oleh karenya kami memiliki peran dalam organisasi,” ucap Mulya.

Dijelaskan dia, peran BPPTSI menjadi payung bagi anggotanya yang menyelenggarakan pendidikan perguruan tinggi, memperat tali silaturahim dan memecahkan persoalan yang rumit, mengembangkan potensi anggota dan menciptakan sinergitas sesama anggota, pemerintah dan stakeholder lainnya.

Sementara itu, Ketua asosiasi BPPTSI Pusat Prof Dr Thomas, mengatakan bahwa asosiasi ini lahir ketika semua yayasan badan penyelenggaraan pendidikan akan dibubarkan dan diserahkan ke badan hukum pendidikan.

“Saat itu saya rektor Atma Jaya diberikan tugas pimpin asosiasi ini, jika dibubarkan berarti bangsa ini tidak hargai karya pendidikan,” tuturnya.

Setelah melalui proses panjang akhirnya yayasan kembali diperbolehkan, setelah Undang-Undang No 16. Karena itu ia bersyukur. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pintaria dukung siswa berprestasi dengan potongan biaya kuliah hingga 50%

Jakarta, SUARA TANGERANG – Di tengah kondisi pandemi yang memberikan dampak ekonomi bagi berbagai lapisan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com