Izin tinggal WNA di Tangsel

Pendataan orang asing, Disdukcapil Tangsel : Banyak WNA tak tahu pentingnya SKTT

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan pendataan terhadap orang asing atau warga negara asing (WNA) di Country Wood Cluster, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel, Rabu (21/3).

Dari pendataan tersebut, ternyata masih banyak WNA yang tinggal di Tangsel tidak mengetahui pentingnya memiliki Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT). Hal itu diketahui ketika petugas gabungan Disdukcapil, Imigrasi Tangerang, Satpol PP, Kelurahan, Kepolisian, Koramil melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen kependudukan mereka di perumahan tersebut.

Berdasarkan dari data cek pengelola ada 120 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Country Wood Cluster, dan dari 120 KK tersebut akan dilakukan pendataan lebih lanjut berdasarkan data per jiwa bukan per KK.

“Kita melakukan sampling acak, dari 120 KK, tiga orang diambil sampling dan dari sampling tersebut warga India dua keluarga dan warga Inggris mereka lengkap administrasi paspor, kitas sesuai dengan ketentuan mereka di Indonesia, namun masih ada yang belum memiliki SKTT, padahal SKTT itu wajib dimiliki jika mereka mau tinggal di Tangsel atau menetap di Indonesia untuk urusan pekerjaan dan lainnya,”jelas Kepala Bidang Pencatatan Pelayanan Kependudukan, Disdukcapil Tangsel Heru Sudarmanto.

Menurut Heru, dari beberapa yang diperiksa ditemukan masih ada WNA yang belum lengkap administrasinya. Misalnya SKKT yang sifatnya wajib dimiliki. “Ya WNA rata-rata masih belum mengetahui bahwa SKTT itu wajib dimiliki. Tadi juga ada pasangan India yang berencanan tinggal selama dua tahun masih belum memiliki SKTT. Kita lakukan pembinaan, dan mereka harus segera membuatnya,” kata Heru.

Dia menambahkan, WNA yang saat itu diperiksa kebanyakan merasa terkejut. Karena rombongan petugas datang bersamaan untuk menanyakan identitasnya. “Ya awalnya mereka kaget, tapi nggak apa-apa. Semuanya lancar, mereka bersikap kooperatif dengan kami. Dan sepakat untuk melakukan pendataan dan membuat SKTT,” tutur dia.

Sementara Fungsional Kantor Imigrasi Tangerang Zaqy Yusniar mengatakan kehadiran mereka merupakan salah satu upaya prefentif dalam mengamankan wilayah Tangerang dari kejahatan internasional.

“Maraknya kasus pidana yang terjadi belakangan ini memang ada di dalamnya imigran gelap. Itu yang kita khawatirkan. Makanya ketika Disdukcapil melakukan pembinaan. Kami ikut turun juga ke lapangan,” katanya.

Terakhir, dia mengatakan seluruh WNA yang terdata akan dimintai dokumen kependudukannya lengkap. Hal ini setelah dilakukan pemeriksaan dan pembinaan terhadap beberapa di antara merekal. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dadi Budaeri

Dadi Budaeri tantang Muhammadiyah Tangerang bikin International Islamic Fair

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri tantang Muhamadiyah Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com