Ketua RW 011 Mufidah

Buntut pemecatan Ketua RW 011 Kelurahan Gerendeng, oknum penyebar fitnah akan dipolisikan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG —Pemecatan Ketua RW 011,  Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Mufidah Nurhayati berbuntut panjang. Setelah melayangkan somasi kepada Lurah Gerendeng, Nasron Azis, pihak Mufidah melalui kuasa hukumnya akan membuat laporan ke polisi.

Ewi selaku Kuasa Hukum Mufidah mengancam akan mempolisikan pihak yang dengan sengaja menyebarkan Fitnah dan pencemaran nama baik melalui surat kaleng. Karena sebagaimana diketahui, sebelum dipecat oleh Lurah Gerendeng,  Muhfidah kerap mendapat ancaman  atau intimidasi, dan fitnah dari orang yang tak dikenal.

Atas dasar itu Ewi menduga bahwa pemecatan Muhfidah mempunyai unsur kepentingan dan tidak mendasar.

Karenanya dalam waktu dekat ini, pihaknya berencana akan melaporkan permasalahan tersebut ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Ini merupakan bentuk pencemaran nama baik. Kami akan laporkan oknum yang dengan sengaja menyebarkan fitnah atas nama warga. Secepatnya akan kami laporkan. Kalau tuduhan itu menjadi dasar pemecatan maka itu juga telah melanggar hukum. Harus dibuktikan,”kata Ewi kepada awak media, Selasa (10/4).

Ewi akan melaporkan oknum tersebut dengan sangkaan pencemaran nama baik Pasal 317 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

Sementara usai disomasi, Bagian Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang angkat bicara dan mengaku siap meladeni somasi mantan Ketua RW itu hingga ke proses hukum selanjutanya.

“Sebenarnya kita tidak mau sampai mengarah kesana (jalur hukum.red). Tapi apabila pihak mantan ketua RW tersebut melaporkan atau menggugat kami (pihak Kelurahan.red) ke kepolisian kami siap,” ujar staf Bantuan Hukum Pemkot Tangerang, Bey Bolang.

Bey juga menambahkan, apabila ibu Mufidah benar melaporkan permasalahan ini, maka dirinya selaku Kuasa Hukum Lurah Gerendeng siap untuk mengembalikan tuntutan tersebut.

“Dengan bukti – bukti yang telah diserahkan Lurah Nasron terhadap kami, kami siap untuk menuntut balik pihak ibu Mufidah,” tegasnya.

Bey menjelaskan, bukti – bukti yang telah diserahkan oleh Lurah Nasron kepada bagian Hukum Pemkot Tangerang, yaitu di antaranya pernyataan warga dan para ketua RT secara tertulis, surat somasi ke satu dan dua, dan bukti kwitansi retribusi.

Namun, ketika ditanya keberadaan bukti – bukti tersebut dirinya enggan menunjukan.

“Kalau sampai saya buka somasinya, nanti apa yang saya sampaikan di media masa akan menimbulkan rasa ketidak nyamanan ibu Mufidah,” jelasnya.

Terkait pemecatan Mufidah menurut Bey, pihak kelurahan telah melakukan secara prosedur, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) RT dan RW.

“Keputusan yang diambil Lurah Gerendeng sudah cukup baik. Apabila Lurah tidak melakukan tindakan dalam hal ini pemecatan terhadap RW 011 tersebut, maka permasalahan yang ada di Gerendeng akan lebih ramai lagi,” pungkasnya. (H3n/Frwt)

Baca juga : Merasa didzolimi Ketua RW somasi Lurah Gerendeng Karawaci Tangerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Besok, PC NU Tangsel gelar Konfercab

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PC NU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com