Turidi Susanto

Turidi Susanto : Terorisme itu bukan produk agama, apalagi dikait-kaitkan dengan Islam

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG  – Anggota DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto ajak masyarakat tangkal radikalisme. Ajakan ini disampaikan Turidi menyikapi maraknya aksi terorisme yang terjadi selama sepekan terakhir, khususnya terkait penggerebekan terduga teroris di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (16/5) lalu, oleh Detasemen Khusus (Densus) 88.

Karenanya, politisi Partai Gerindra ini menghimbau kepada, khususnya kepada para alim ulama, tokoh masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya radikalisme yang dibalut dengan isu agama.

Menurutnya, penyerangan 3 gereja di Surabaya, yang menewaskan belasan orang tersebut merupakan warning, bagi seluruh elemen masyarakat bahwa ternyata sel-sel terorisme di negeri ini masih mengakar serta berkembang secara masif, karenanya perlu diwaspadai.

Ia juga mengingat semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan aksi terorisme ini dengan kelompok agama tertentu, dalam hal ini Islam.

“Terorisme itu bukan produk agama, apalagi dikait-kaitkan dengan Islam. Secara harfiah Islam berarti berserah diri. Islam adalah agama kepuasan, keamanan, dan perdamaian. Karena itu, aksi bom bunuh yang dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu di Surabaya itu merupakan bagian dari ajaran Islam. Hal itu terlalu naïf,” jelas Turidi Susanto.

“Dalam al-Qur’an ditegaskan, bagimu agamamu – bagiku agamaku. Jadi, Islam tidak mengajarkan teror terhadap umat lainnya,” tegas Turidi.

Sementara terkait dengan ditangkapnya 3 terduga teroris di Kota Tangerang pada Rabu, 16 Mei lalu, dimana 1 di antaranya merupakan seorang perempuan, perlu diusut tuntas sampai ke akar-akarnya.

Dia berharap, terutama kepada pihak berwajib untuk dapat segera mengungkap jaringan lainnya, dengan berbekal informasi dari terduga teroris yang telah ditangkap.

“Ya, ini sangat berbahaya, 3 terduga teroris yang baru saja ditangkap oleh Densus 88, pada Rabu kemarin, harus segera diungkap jaringan lainnya,” harap Ketua Komis IV DPRD Kota Tangerang ini.

Selain aparat terkait, Turidi juga menghimbau kepada tokoh masyarakat, pemuka agama, pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD bahu-membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan untuk membunuh orang tidak berdosa.

Dia juga menghimbau kepada seluruh kepala lingkungan, RT, RW dan lurah serta camat setempat untuk pro aktif mendata para pendatang, ataupun hunian yang perlu didata guna pencegahan lebih dini lagi dari terorisme.

“Saya kira langkah yang paling baik adalah memberikan pemahaman tentang agama itu sendiri secara menyeluruh. Kita harus menyadarkan bahwa jihad sebenarnya adalah melawan hawa nafsu, menjadikan ilmu agama sebagai penambah nilai taqwa kita kepada Allah SWT,” terang Turidi.

“Alangkah baiknya pihak Pemerintah Kota Tangerang meningkatkan operasi yustisi di lingkungan RT,RW. Operasi Yustisi ini sangat penting guna mendata secara menyeluruh kaitan dengan warga agar tercipta rasa aman di seluruh lingkungan, khususnya Kota Tangerang,” pungkas Turidi. (T’gor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT ke-10 Tangsel

Dedikasi satu dekade kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kata dedikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com