Yusril Ihza Mahendra

Yusril bersyukur Alfian Tanjung dibebaskan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra  bersyukur Ustadz Alfian Tanjung akhirnya dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Jakarta Pusat.

Menurut Yusril, perbuatan Alfian memang ada dan terbukti, tetapi apa yang dilakukannya bukanlah tindak pidana, sehingga dia dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum.

Majelis hakim berpendapat, Alfian hanya mengcopy paste tulisan politisi PDIP Dr Ribka Tjiptaning dalam buku berjudul “Aku Bangga Jadi Anak PKI” yang mengatakan bahwa 85% PDIP isinya adalah kader PKI.

Tulisan dalam buku Dr Ribka tidak pernah dibantah oleh pimpinan PDIP. Buku itu beredar bebas dan telah dicetak sekitar 2 juta exemplar. Namun anehnya, Sekjen PDIP yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan mengatakan tidak tahu tentang buku Dr Ribka Tjiptaning itu.

Kata Yusril apa yang dikutip Alfian, tidaklah termasuk ujaran kebencian sebagaimana dimaksud oleh Pasal 29 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Maka demi keadilan, Alfian harus dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum,” ujar Yusril, Jakarta, Rabu (30/5).

Sebelumnya, saat dihadirkan ke persidangan Alfian untuk didengar keterangannya sebagai ahli, pada Maret 2018 lalu, Yusril mempertanyakan apakah yang dilakukan Alfian termasuk tindak pidana atau bukan. Ketika itu, dengan tegas Yusril mengatakan bahwa Alfian berbicara sebagai warganegara yang dijamin haknya untuk mengekspresikan pendapat, tanpa harus dianggap ucapannya sebagai ujaran kebencian. Sebagai seorang ustadz, Alfian wajib berdakwah melakukan “al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar”.

Alfian sangat prihatin dengan ancaman Komunisme secara resmi ajaran dan kegiatannya dilarang di negara kita. Karena itu, sangat mengherankan jika PDIP tidak bereaksi atas tulisan Dr Ribka dalam bukunya yang sudah beredar luas. Tetapi ketika Alfian mengutipnya malah dilaporkan ke polisi sebagai melakukan ujaran kebencian, lalu Alfian ditangkap dan diadili.

Dalam kapasitasnya sebagai pakar hukum tata negara, Yusril memuji keberanian majelis hakim PN Jakarta Pusat yang tetap berani memutuskan perkara dengan adil, tanpa khawatir tekanan penguasa yang akhir-akhir ini sering mengkriminalisai ulama, ustadz dan aktivis Islam. “Saya berharap perkara Ustadz Alfian Tanjung selesai, karena terhadap putusan lepas dari segala tuntutan hukum mestinya tidak ada banding dan kasasi. Karena itu mari kita junjung tinggi demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat” kata Yusril mengakhiri keterangannya kepada media. (1st/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Anies-Arief-Airin

Arief R Wismansyah hadiri Kongres Wali Kota Asia Pasifik

Surabaya, SUARA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Kamis (13/9) menghadiri undangan United ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com