Partai Golkar Erlangga Hartarto

Golkar siapkan Airlangga Hartarto dampingi Jokowi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Bertempat disalah satu cafe komunitas, dibilangan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Komunitas @TentangGolkar, menggelar kegiatan diskusi politik terkait evaluasi pencapaian partai Golkar dalam Pilkada serentak 2018 yang baru saja digelar pada 27 Juni 2018.

Diskusi interaktif tersebut digelar pada Jumat (6/7) siang itu, menghadirkan beberapa narasumber yang cukup berkompeten seperti, Fitron Nur Ikhsan selaku wakil ketua DPD Partai Golkar provinsi Banten yang juga anggota DPRD I provinsi Banten, Fahd Pahdepie serta Mahadi Rahman Harahap selaku pengamat politik nasional serta Yohan Wahyu selaku Peneliti Litbang Kompas.

Menurut Fahd Pahdepie, dari hasil gelaran Pilkada serentak yang digelar di 171 kota dengan 17 provinsi, Partai Golkar menang di 9 provinsi, dan 91 kota/kabupaten, merupakan hasil yang patut dicermati dan dikaji apakah hasil Pilkada tersebut linier dengan Pileg 2019 tahun depan.

“Berdasarkan hasil Pileg sebelumnya, hasil Pilkada tidak mencerminkan hasil di Pileg. Ada beberapa faktor kunci yang mempengaruhi hasil Pilkada, seperti personal/ketokohan yang paling penting menentukan hasil Pilkada. Mengcapitalisasi kantong-kantong besar (Islam) karena bagaimanapun Islam adalah kunci kemenangan dalam Pileg 2019. Kantong besar berikutnya adalah suara anak-anak muda (pemilih pemula), politik primordial putra daerah serta terakhir mesin partai merupakan beberapa hal yang menjadi faktor keberhasil yang sangat menggembirakan bagi Golkar,” tutur Fahd.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan menyatakan bahwa, ada yang unik dari partai Golkar, karena partai Golkar adalah partai yang dari awal didesign siap dengan konflik. Dan, partai Golkar memutuskan untuk mengambil peran dan keuntungan dari politik saat ini.

“Dalam partai Golkar, figur ketokohan sang ketua partai di daerah sangat berperan dan cukup menentukan, karena suara caleg sering kali lebih tinggi dari suara partai. Dan sejak Reformasi 98, Partai Golkar menjadi partai yang mampu beradaptasi dalam keadaan apa saja dan berharap Airlangga Hartato sang Ketua umum akan dapat mendampingi Jokowi sebagai capres 2019 tahun depan. Partai Golkar sangat siap dan sangat layak menyodorkan kader terbaiknya untuk dapat maju menjadi wapres mendampingi Jokowi,” tandasnya.

Tak jauh berbeda dengan Fahd dan Fitron, Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu dikesempatan yang sama mengatakan, Pilkada 2018 merupakan ajang ujian bagi mesin partai. Lonjakan perolehan suara partai Gerindra dan PKS di Jateng dan Jabar adalah bukti mesin politiknya berjalan dengan baik.

Dan, terkait dengan partai Golkar, menurutnya, partai Golkar merupakan partai yang memiliki pondasi kekuatan yang kuat, dengan melewati berbagai tantangan yang menerpa bertubi-tubi sangat kuat.. “Partai Golkar selama ini telah mampu memerankankan peran politiknya dalam wilayah permainan abu-abu dan berhasil menempatkan kadernya paling banyak sebagai menteri, walaupun partai Golkar baru belakangan masuk kedalam koalisi partai pemerintah,” pungkasnya. (8TL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Menkominfo Rudiantara

Federasi Teknologi Informasi Indonesia dukung penuh pelaksanaan Asian Games 2018

Jakarta, SUARA TANGERANG  –  Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) menggelar Halal bi Halal bersama komunitas ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com