Sengkarut PPDB Online di Tangsel

Sengkarut PPDB SMP tahun 2018 di Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2018 dengan sistem online di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak hari pertama dibuka sistem ini sudah tidak keruan.

Padahal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel sebagaimana diberitakan suaratangerang.com, sebelumnya menyampaikan bahwa uji coba sistem PPDB online SMP pada 29 Juni 2018 itu, tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sistem dengan alamat domain https://ppdb.dikbudtangsel.com/ ini berjalan lancar atau tidak (Lihat : Dindikbud Tangsel : Ayo serentak ikut uji coba sistem PPDB online SMP).

Dan, ternyata pernyataan Taryono yang bernada keraguan tersebut, terbukti bahwa sistem PPBD online yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab dinas yang dipimpinnya itu, terbukti tidak keruan.

Ratusan orang tua secara berbondong-bondong datang ke beberapa Posko PPDB di kota dengan semboyan cemore (cerdas, modern dan religious) ini mengeluhkan permasalahan yang dialaminya masing-masing terkait proses pendaftaran PPDB yang hanya bisa dilakukan secara online.

Di antara masalah yang dikeluhkan adalah, situs tidak bisa diakases, pilihan sekolah yang dituju tidak muncul dalam halaman situs, dan sejumlah permasalahan lainnya yang dihadapi mereka.

Wahyudi misalnya, orang tua wali dari salah satu pendaftar PPDB sistem online ini mengungkapkan saat ia lagi antri bersama orang tua lainnya di Posko SMPN 3 Tangsel, Kamis pagi  (5/7), bahwa sejak pagi hingga sore sudah ganti komputer dan hp tapi situs https://ppdb.dikbudtangsel.com/ tak bisa diakses.

“Dari pagi sampai sore, saya sudah coba ganti komputer dan hp  bahkan sampai minta tolong teman tapi tetep stuck loading,” kata Wahyudi.

Kendala tak bisa diakses dan input data juga dikeluhkan banyak orang tua. Informasi tidak keluar terkait nama siswa dan pilihan sekolah yang dituju menjadi kendala lain yang muncul. Kemudian, banyak juga yang mengalami kesulitan karena bukti pendaftaranya tak bisa dicetak.

“..Begitu mau dicetak, nggak bisa dicetak. Ada kalimat “Anda sudah melakukan registrasi”. Tapi tadi setelah dikonsultasikan di posko, data yang saya masukkan sudah masuk database tapi ketika saya mengajukan pilihan sekolah, tau-tau eror. Jadi saya sudah dianggap teregistrasi tapi belum pilih sekolah. Akhirnya petugasnya akan me-‘reset’ akunnya dan megarahkan saya untuk coba daftar lagi besok pagi karena ‘reset’ ini membutuhkan waktu untuk kembali normal setidaknya 24 jam”, turur Sri, seorang ibu pendaftar PPDB online yang baru saja berkonsultasi di Posko SMPN 3 Tangsel pada tanggal yang sama.

Tepat tanggal, 6 Juli 2018, situs berdomain dot com tersebut benar-benar tidak bisa diakses, di halaman situs tertulis : Situs ini Sedang Dalam Perbaikan. Akan ada Perpanjangan waktu, informasi lebih lanjut akan di sampaikan melalui website ini. PPDB DIKBUD TANGSEL 2018.

Akhirnya, setelah perbaikan selama beberapa hari, situs PPDB SMP tahun 2018 bisa kembali diakses. Masa pendaftaran diperpanjang dimulai dari tanggal, 9 Juli s/d 11 Juli 2018. Namun rupayanya, permasalahan PPBD di kota anggrek ini, tak hanya sampai di situ, karena dengan sistem zonasi yang mengacu pada Permendikbud No. 14 Tahun 2018 telah melanggar hak puluhan anak SD Cipayung, Tangsel tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

Hal lainnya, yang juga memprihatinkan adalah, adanya pembatasan waktu daftar ulang bagi siswa yang sudah diterima melalui pendaftaran sistem online. Sebagian besar orang tua menilai waktunya terlalu sempit.

Tertulis dalam aturan, bahwa pendaftaran ulang bertempo tujuh jam, pada Jumat (13/8). Dalam aturan itu, apabila melewati batas waktu yang ditentukan tersebut, siswa yang dinyatakan telah diterima, jika tidak melakukan daftar ulang, maka ia dianggap mengundurkan diri dari PPDB, pada sekolah tujuan.

“Harusnya diberi kelonggaran kepada orang tua. Kemarin, Kamis (12/7), saya sudah ke sekolahan, katanya pengumuman lolos atau tidaknya siswa baru, diundur sampai jam 5 sore,” kata Dewi, salah seorang warga Serpong, yang hendak mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Tangsel, Jumat (13/7).

Lanjutnya, akhirnya saya kembali lagi ke sekolah, nah begitu lihat pengumuman urutan anak sudah kelewat. “Kan rasa tidak adil, kesempatan untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri harus pupus, karena aturan yang tidak berpihak kepada kami orang-orang kecil,” ujar Dewi. (1st/*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

POKDARKAMTIBMAS - WAKIL 1

Jambore Pokdarkamtibmas, Sachrudin ajak Pokdar jadi mitra Pemkot soal keamanan

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pentingnya menjaga keamanan. Hal ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com