LKBH Epistema

LKBH Epistema nilai persoalan PPDB online di Tangsel ada di sistemnya

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Lembaga Keadilan dan Bantuan Hukum (LKBH) Epistema yang konsen dengan dunia pendidikan menyoroti carut marutnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk tingkat SMP di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Anggota Dewan Presidium LKBH Epistema Turnya mengatakan, dunia pendidikan di Tangsel ini carut marut dilihat adanya pemberitaan demo tentang PPDB serta ada kegaduhan di salah satu sekolah.

“Atas hal itu, LKBH Epistema ingin mengetahui dan mencari solusi untuk masyarakat, apa yang melatar belakangi carut marutnya dunia pendidikan di Kota Tangsel? ,” katanya saat ditemui di Acara Seminar LKBH Epistema yang mengusung tema “Polemik PPDB Online di Tangsel” bertempat di Aula Kelurahan Pondok Benda, Pamulang, Tangsel, Kamis (9/8).

Turnya menerima pengaduan dari beberapa masyarakat yang mengeluh sudah pernah mendaftarkan lewat online tiba-tiba namanya hilang, terus ketika daftar manual ternyata ada beberapa yang mengeluarkan uang.

“Akan tetapi mereka tidak mau bersaksi dan memberikan pernyataan secara resmi,” ujarnya.

LKBH Epistema mengundang Dinas Pendidikan  (Disdik) Tangsel sebagai pembicara di seminar, namun sampai acara selesai tidak datang. “Kami undang Disdik, akan tetapi yang ditunggu tidak datang, ada apa ini?, kami akan menyurati kembali Disdik ingin tahu jawaban dari persoalan ini semua,” katanya.

LKBH Epistema menilai carut marutnya PPDB ini karena persoalan sitem onlinenya. “Menurut pembicara dari Gema Kosgoro Banten biaya online sudah dianggarkan sekitar 15 Milyar, tapi kenapa diakses sekitar 50 ribu sampai 100 ribu ko bisa down, ada apa?. Itu yang harus ditelusuri, anggarannya lari kemana, dengan anggaran sebesar itu kenapa sampai down.

Sementara itu, Ketua Gema Kosgoro Banten Junaidi Rusli yang menjadi salah satu pembicara seminar mengatakan, untuk informasi di Tangsel dianggarkan 15 Milyar, media online saja dengan harga 350 ribu sebulan lancar apalagi dengan anggaran sebesar itu.

“Kenapa PPDB online ada erornya dengan beberapa ribu orang akses, IT PPDB onlinenya tidak benar, yang mengelola IT PPDB onlinenya tidak benar itu,” kata pria yang akrab dipanggil Edi Rusli.

PPDB online itu berskala nasional, Edi Rusli meminta agar dapat dibuka di muka umum berapa yang dianggarkan. “Dibuka saja di muka umum berapa anggarannya untuk PPDB online,” ujarnya.

Edi Rusli menganggap pengembang sistem IT PPDB online tidak profesional. “Kita patut pertanyakan siapa yang menunjuk pengembang sistem IT tersebut jika dikelola pihak ketiga,” tegasnya.

Edi Rusli mengatakan Kasi, Kabid, Sekretaris Disdik dan Kepala Disdik merupakan ASN yang dibayar oleh negara. “Kalo mereka mau mainin proyek juga jangan jadi ASN, jadi pengusaha aja,” pungkasnya. (YCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT ke-10 Tangsel

Dedikasi satu dekade kota Tangsel

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kata dedikasi dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com