Diklat Guru TK se Tangsel

Delapan puluh guru TK di Tangsel ikut Diklat GPMTD

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Diperkirakan sebanyak 80 orang guru taman kanak kanak (TK) se Tangerang Selatan (Tangsel) hadir di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Tangsel, Senin (17/9) lalu, mengikuti Diklat Guru Pendamping Muda Tingkat Dasar (GPMTD).

Menurut Ketua Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Tangsel Ilfah, Kota Tangsel mendapat bantuan dari Kemendikbud untuk pelaksanaan Diklat.

“Ada sembilan tataran yang harus dilaksanakan dalam diklat ini, mulai dari konsep dasar PAUD, perkembangan anak usia dini, perencanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran anak usia dini, kesehatan dan gizi anak usia dini, dan lainnya,” ungkap Ilfah.

Muatan materi tersebut merupakan yang dibutuhkan oleh guru didalam memberikan pembelajaran. Diharaoman seluruh guru yang ikut diklat ini dapat menguasai tataran tersebut, bukan hanya teorinya saja tetapi prakteknya juga.

“Setelah diklat selama 5 hari sejak 17-21 September 2018, mereka akan melaksanakan tugas mandiri selama 200 jam pelajaran dimasing-masing lembaganya,” katanya.

Tugas mandiri diberikan agar nantinya peserta bisa langsung mempraktekannya di lembaga masing-masing, setelah dilaksanakan bisa diketahui kendala apa saja yang ada di lapangan.

“Hasilnya semua dituangkan dalam laporan tugas mandiri. Setelah laporan diselesaikan, peserta akan mendapatkan sertifikat diklat berjenjang untuk guru pendamping muda,” bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Taryono menyambut baik pelaksanaan kegiatan diklat berjenjang pendidikan paud. Karena ini penting dalam rangka penguatan profesionalisme guru paud.

“Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan pada jenjang selanjutnya, yaitu jenjang tingkat lanjutan dan tingkat mahir. Insya Allah kegiaatan ini juga selain mendapat bantuan dari Kemendikbud nantinya juga bisa dianggarkan melalui APBD,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa guru TK merupakan orang yang sangat luar biasa, karena paling sabar dan seolah menjadi orangtua bagi anak-anak di sekolah.

“Kesabaran yang luar biasa, menjadikan pondasi yang baik untuk anak-anak kita. Karena mereka dipersiapkan untuk menghadapi pendidikan formal yang butuh tenaga luar biasa,” ungkap Airin.

Manakala diberikan pondasi yang baik, lanjutnya, maka membekas dan menjadi dasar bagi anak-anak kita untuk meraih mimpi dan cita-cita kedepannya.

“Dengan diklat ini, ilmu dan pengetahuan akan berkembang. Terimakasih IGTKI yang sudah bekerjasama dengan Kemendikbud untuk memberikan bimbingan. IGTKI juga telah membantu saya sebagai walikota mewujudkan visi misi Tangsel,” ungkapnya. (H3n/rls)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

HUT PGRI ke 73, Ribuan Guru Tangsel Doa Bersama Peduli Honorer

HUT ke 73 PGRI, ribuan guru Tangsel doa bersama peduli GTT

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Kurang lebih 4 500 orang guru di Kota Tangerang Selatan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com