Simulasi pemilukada Candle Tree School

Simulasi pemilukada, Candle Tree School ajarkan siswa politik santun

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Berharap agar para siswanya  dapat tampil menjadi pemimpin bangsa ini kelak, Candle Tree School menggelar simulasi pemilihan umum kepala daerah (pemiukada),  wali kota Candle Tree di Jalan Jati Jelupang No.1, Jelupang, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, (Tangsel).

Menurut penanggungjawab Candle Tree School,  Sipri Parent, simulasi pemilukada yang dilakukan di lingkungan sekolah dan melibatkan siswa kelas 6 SD Candle Tree tersebut, dimaksudkan agar para dapat mengetahui secara langsung proses politik pemilihan kepala daerah yang merupakan amanat Undang-Undang dan telah menjadi agenda rutin, lima tahunan di bangsa ini.

“Kelak, anak-anak ini secara ril akan berhadapan dengan proses politik yang nama pilkada, pileg, pilpres yang rutin dilakukan dalam kurun waktu lima tahunan, mereka semua harus tahu itu, sehingg mereka tidak apatis atau apolitik,” kata Sipri, Senin (5/11).

“Simulasi yang dilakukan ini sengaja dibuat sama persisi dengan pemilu pada umumnya,” ucap Sipri.

Ia pun menambahkan, dengan simulasi pemilukada  Candle Tree School tersebut, para siswa diajarkan cara berpolitik yang baik, sekaligus melatih mereka untuk kelak dapat tampil menjadi pemimpin yang cerdas dan handal.

“Bagaimana mereka bisa jadi pemimpin, jika mereka belum pernah tampil atau dilatih untuk  hal tersebut? Bukan hanya itu, siswa juga di dalam simulasi tersebut juga diajarkan bagaimana bekerjasama dengan timnya, dimana di dalamnya ada satu kesatuan dan kekompakan yang terbentuk, mereka dilatih untuk menyiapkan segala sesuatu untuk memenangkan kandidat timnya, mulai dari membuat yel-yel, sampai dengan bagaimana cara mengkampanyekan kandidat tersebut,” jelas Sipri.

Hal lain yang dikatakan Sipri terkait simulasi pemilukada Candle Tree School adalah, bahwa para siswa dalam simulasi ini benar-benar dilibatkan secara penuh dan para guru hanya berposisi sebagai pembimbing dalam simulasi.

“Simulasi yang dilakukan ini tidak hanya merupakan pembelajaran politik yang santun  kepada siswa, tetapi siswa diajarkan juga untuk menghargai perbedaan pilihan dan pandangan politik mereka, terutama kepada kandidat pemimpin dari tim lainnya,” pungkas Sipri.

Untuk diketahui, simulasi pemilukada Candle Tree School tersebut dimenangkan oleh pasangan nomor urut 3, yaitu Maclaren dan J Viona Catherina yang mengusung program bagaimana belajar  bahasa Mandarin agar tidak bosan, dimana keduanya mengusulkan perlunya pengajar yang baik dan menyenangkan agar siswa tidak merasa kesulitan dalam mempelajari bahasa Mandarin. (H3n)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kepala Sekolah dan Guru SD Ikuti Workshop Pendidikan Lingkungan

Ratusan guru dan kepala sekolah se-Tangsel ikuti Workshop Pendidikan Lingkungan

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Ratusan guru dan kepala sekolah se Tangerang Selatan (Tangsel) ikut ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com