Kepemilikan senpi di Pondok Aren

Polres Tangsel berhasil ungkap kepemilikan senpi rakitan di Pondok Aren

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap kasus tindak pidana kepemilikan senja api (senpi) rakitan dari seorang tersangka sekaligus korban atas nama Ade Raihan atau AR (19), pada Rabu,( 2/1).

Menurut  Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, berawal dari informasi bahwa di Rumah Sakit (RS) Sari Asi Ciledug, Kota Tangerang ada korban penembakan atas nama  AR, Team Vipers langsung melakukan pengekecakan ke rumah sakit tersebut.

“Alhasil, diperoleh informasi dari orang tua AR, bahwa anaknya merupakan korban penembakan, dan dikuatkan oleh kawannya AR, Suhendri alias Hendri, yang katanya saat kejadian tersebut sedang bersama korban, di TKP, Jalan Raya Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan,” beber Kapolres Ferdy Irawan, di Mapolres Tangsel, Senin siang (7/2).

Namun, pada saat melakukan cek dan olah TKP ulang serta pemeriksaan terhadap saksi dari warga setempat, ternyata didapatkan fakta bahwa korban sekaligus tersangka sendiri sebenarnya yang melakukan penembakan, sehingga mengenai tangan dan kakinya sendiri.

“Atas fakta tersebut,  kemudian Team Vipers melakukan cek dan olah TKP bersama para pihak dan mengkonfrontir AR korban sekaligus tersangka, S saksi, dan R saksi, yang akhirnya AR mengakui bahwa informasi awal adanya penembakan tersebut tidak ada, Dia hanya mengarang cerita, dan ia pun mengakui bahwa senpi rakitan tersebut miliknya yang dibuat sendiri,” ungkap Ferdy Irawan.

Lanjut Fedry, pada saat tersangka  menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh dirinya sendiri,  yang bersangkutan dan teman-temannya dalam keadaan mabuk karena mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan.

“Tersangka dapat merakit bukan hanya yang bisa berfungsi sebagai senjata api akan tetapi pelurunya juga merupakan rakitan. Dan, pengetahuan mengenai merakit senjata dan peluru rakitan tersebut diperoleh dari berbagai sumber, dan didapat secara otodidak,” kata AKBP Ferdy.

Karenanya, atas perbuatannya tersebut, AR disangkakan dengan Pasal 1 ayat 1UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman sampai dengan 20 tahun penjara.

“Terkait kasus ini, kami akan menyerahlan senjata api dan peluru rakitan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Balistik Forensik Puslabfor Bareskrim Mabes Polri. Dan, akan melakukan penelusuran sumber, dari mana tersangka bisa merangkai peralatan sehingha berfungsi menjadi senjata api,” pungkas Kapolres AKBP Ferdy. (H3n)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

pengendara motor mengaku teroris

Langgar lalu lintas, seorang pengendara motor di Tangsel mengaku teroris

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Seorang pengendara sepeda motor membuat gaduh di tengah keramaian lalu ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com