Demo Yapelh

Ratusan aktivis lingkungan hidup gelar aksi demo di Menara Astra

Jakarta, SUARA TANGERANG  – Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Indonesia, Selasa siang (8/1) kembali menggelar aksi demontrasi terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh anak perushaan PT Astra Otoparts.

Aksi damai di depan Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman Kav 5-6, Jakarta Pusat ini diikuti oleh ratusan aktivis pecinta lingkungan. Sebagian dari mereka membawa poster dan spanduk yang bertuliskan nada protes.

Menurut Direktur Eksekutif Yapelh, Uyus Setia Bhakti, aksi damai ini merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya, yang  dilakukan di Halaman Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Desember 2018 lalu.

“Aksi hari ini kali keduanya kita lakukan, tuntutan kita hanya minta agar Astra Komitmen dan Konsisten menjalankan visi perusahaannya, yang katanya ramah lingkungan, faktanya Astra lemah dalam supervisi pengawasan terhadap perusahaan penyuplai  Aki,” tegasnya, Selasa (8/1).

Uyus memberikan contoh lemahnya pengawasan seperti pengolahan limbah aki bekas yang tidak sesuai peraturan yang diduga dilakukan oleh PT. Indra Eramulti Logam Industri (IMLI), yang merupakan perusahaan penyuplai timah hitam PT. CBI, anak perusahaan dari PT. Astra Otoparts.

Kata Uyus, PT. Indra Eramulti Logam Industri (IMLI)  dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

“Ini bukan aksi terkahir, kita akan aksi lagi bila Astra tidak sungguh-sungguh, dan menjalankan tuntutan kami,” lanjutnya.

Sebagai lembaga yang concern dalam advokasi pelestarian lingkungan hidup sejak tahun 2002, pihaknya menuntut agar pemerintah dalam hal ini Kementrian LHK segera menindaklanjuti surat pengaduan yang dilayangkan Yapelh, serta memberi sanksi tegas industri pencemar lingkungan penghasil limbah B3.

Dari pantauan di lapangan, bahwa sempat perwakilan Astra menemui para pendemo, namun ditolak Uyus karena dianggap bukan pemilik kebijakan.

“Kita mau ketemu sama direktur, kalau bukan yah ga usah,” pungkasnya.

Meskipun hujan mengguyur, massa aksi tetap bertahan hingga kurang lebih pukul 17 Wib, dan kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib.

Diberitakan sebelumnya, Yapelh Indonesia pada 17 Desember 2018, telah menggelar aksi serupa yang juga diikuti ratusan aktivis lingkungan hidup terkait pembuangan limbah bekas yang dilakukan oleh PT. Century Battery Indonesia (CBI), anak perusahaan dari PT. Astra Otoparts. (1st

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

INDONESIA STARTUP SUMMIT 2019

Menristekdikti sebut jumlah startup Indonesia pertama di ASEAN

Jakarta, SUARA TANGERANG – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, membuka Indonesia ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com