Airin deklarasi pelarangan kampanye di tempat ibadah

Airin hadiri deklarasi pelarangan kampanye di tempat ibadah

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Larangan penggunaan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye diatur dalam Pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang berbunyi, “Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.”

Terkait dengan larangan tersebut, Wali Kota Tangerang  Selatan, Airin Rachmi Diany meminta kepada pada stakeholder yang ada di Tangsel  untuk menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah dengan memperhatikan larangan itu, termasuk larangan yang tertuang dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018, tentang Kampanye Pemilu.

Pernyataan Airin itu disampaikan saat menghadiri deklarasi pelarangan kampanye di rumah ibadah, yang dilakukan di tiga lokasi di Tangsel pada Kamis, 22 Februari 2019, kemarin.

Ketiga lokasi itu, yakni, di Masjid Asmaul Husna, Gereja Santo Laurensia dan Klenteng Khong Hu Cu. Ketiga lokasi tersebut berada di Kecamatan Serpong Utara.

Selain Wali Kota Airin, deklarasi tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Dandim 0506 Tangerang, Letkol Inf. Faisol Izudin Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua KPU Tangsel, Bambang Dwitoro dan Bawaslu Tangsel, Muhammad Acep.

Menurut Airin memanasnya suhu politik jelang pileg dan pilpres, 17 April 2019 nanti jangan sampai menggangu keamanan dan kondusifitas wilayah.

“Masyarakat maupun stakeholder yang ada di Tangsel harus menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. Agar tidak terjadi gesekan,” katanya.

Airin berharap pemilu 2019 kerukunan antar masyarakat bisa tetap terjaga. Termasuk tempat ibadah jangan dijadikan ajang untuk kampanye politik.

“Definisi rumah ibadah sebagai tempat untuk berkomunikasi dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, rumah ibadah harus steril dari berbagai macam kepentingan seperti kepentingan politik,” ujarnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak menyampaikan, memasuki tahun politik rumah ibadah harus dijaga betul agar tidak dijadikan sarana kampanye para partai politik.

“Harus betul-betul rumah ibadah tidak masuk ke ranah politik. Inilah yang harus kita jaga, tidak dijadikan sarana kampanye untuk kepentingan partai politik dan kepentingan lainnya,” ucapnya.

Rojak berharap, tahun politik khususnya di Tangsel dapat berjalan dengan damai dan lancar. Tak hanya itu, Rojak berpesan kepada para tokoh-tokoh agama agar dapat menjaga rumah ibadahnya.

“Saya harap, mudah-mudahan di Tangsel rumah ibadahnya betul bisa dijaga tokoh agama dan pengurus agar betul-betul rumah ibadah tidak dijadikan politik. Saya harap juga dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan pemilu berjalan dengan lancar,” harap Rojak.

Karena menurutnya, ada tiga fungsi rumah ibadah yakni eksistensi agama, tempat penyiaran agama mengajarkan tentang norma agama dan berkomunikasi dengan tuhan.

“Rumah ibadah adalah bangunan khusus yang memiliki ciri khas sesuai agama masing. Dan, bangunan yang digunakan untuk beribadah melakukan penyiaran agama, sifatnya permanen. Ada tiga fungsi tempat ibadah yakni, eksistensi agama, tempat penyiaran agama tentang mengajarkan norma dan berbagai macam aturan moral adab sesuai agama masing-masing, dan yang terpenting untuk berkomunikasi dengan Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. (1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Nur Asia Uno ajak Emak-emak

Nur Asia Uno ajak Emak-emak Relawan Prabowo-Sandi kawal C1 hingga tuntas

Jakarta, SUARA TANGERANG – Istri Cawapres Sandiaga Salahudin Uno, Nur Asia Uno ikut terjun ke ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com