Ben DPMPEAKB

DPMP3AKB Tangsel gelar lomba TTG ke-7

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak Senin, 29 April – Selasa, 30 April 2019 hari ini, menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-tujuh di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI), Setu, Tangsel.

Lomba yang diikuti sebanyak 30 orang inovator yang berasal dari Kota Tangsel ini. Pemenangnya akan mendapatkan hadia berupa uang pembinaan, piagam dan trophy, serta . akan mengikuti lomba yang sama di tingkat provinsi. 

“Untuk inovasinya, tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Dengan 30 teknologi, kita berharap, agar bisa dimanfaatkan dan disempurnakan secara optimal untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kepala DPMP3AKB Khairati Senin (29/4) kemarin.

Sedangkan untuk inovasi lain yang tidak menjadi juara, akan dimasukan kedalam data bahwa telah ada penemuan. Oleh sebab itu, pihaknya juga melakukan MoU dengan ITI bertujuan untuk menindaklanjuti hasil produk yang harus diproses Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)-nya.

“Bagi produk inovasi peserta lainnya, akan dipamerkan ke TTG tingkat Provinsi tahun depan di Kota Tangsel. Kita beri wadah agar masyarakat bisa melihat bagaimana pemanfaatan inovasi tersebut,” paparnya. 

Ia juga memaparkan, untuk penilaian lomba dilihat dari inovasi, keaslian dan pemanfaatannya seperti apa. Murah atau tidak, berguna atau tidak, sehingga dapat mempercepat proses industri agar lebih efisiensi. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie yang hadir dalam pembukaan lomba tersebut mengatakan, inovasi yang mengikuti TTG ini menurutnya, temuan mereka yang diarahkan kepada masyarakat golongan menengah kebawah. Sehingga relatif harganya tidak terlalu mahal. 

“Ini membuktikan bahwa para inovator, baik siswa ataupun masyarakat sangat produktif. Saya melihat banyak yang dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Daerah, seperti i-KTP system yang luar biasa dan sejalan dengan Mendagri. Saya tertarik dan apa yang bisa kita adopsi, ya kita adopsi. Kita programkan biayanya,” ungkap Ben.

Ia pun berpesan kepada para inovator, agar jangan sampai teknologi melunturkan budaya. Karena teknologi dibuat guna mendekatkan hubungan manusia dengan manusia.

“Jangan sampai teknologi mengubah budi pekerti, nilai kemanusiaan dan kebudayaan kita. Artinya kita harus memiliki kearifan dan benteng atas teknologi yang ada. Jangan lupa kita adalah anak bangsa yang harus tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Benyamin juga mengungkapkan rasa bangganya dengan para peserta atau inovator. Karenya, ia berharap, dengan lomba ini pihaknya dalam hal pemerintah kota bisa memfasilitasi energi positif yang ada di dalam diri puluhan inovator. 

“Karena kalian bisa menjadi contoh dari teman-temannya. Piala sejatinya ada di hati, karena kita berhasil mengalahkan rasa sombong karena telah menemukan teknologi. Kalian harus bangga karena kalian adalah sedikit orang yang diberikan modal untuk melanjutkan kehidupan dengan pemikiran berbangsa,” tukasnya di depan hadirin yang hadir. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dadi Budaeri

Dadi Budaeri tantang Muhammadiyah Tangerang bikin International Islamic Fair

Kota Tangerang, SUARA TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri tantang Muhamadiyah Tangerang ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com