Wapres JK Sumatera Barat

Wapres JK: Surau, sekolah dan pasar, modal pembangunan Sumatera Barat

Padang, SUARA TANGERANG  – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan, bahwa dalam membangun suatu daerah suatu daerah haruslah mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

Karena karakteristik satu daerah dengan daerahnya lainnya tentu berbeda-beda. Jusuf Kalla kemudian mencontohkan, daerah Sumatera Barat misalnya, di wilayah ini, surau, sekolah dan pasar adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Minang. “Ketiga hal tersebut merupakan modalitas utama pembangunan masyarakat Sumatera Barat,” kata Jusuf Kalla

“Jadi artinya kita sendiri harus menjaga perasaan masing-masing, untuk menjaga keharmonisan bangsa ini. Disamping juga kita harus mengetahui masalah yang timbul di daerah ini dan di daerah-daerah yang lain,” pesan Jusuf Kalla saat bersilaturahmi dengan pimpinan daerah dan masyarakat Sumatera Barat di di Ballroom Hotel Grand Inna, Padang, Senin (02/9) malam.

Lebih jauh JK menjelaskan bahwa untuk mengembangkan produktivitas daerah, haruslah memanfaatkan kemampuan, karakteristik dan modal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Masyarakat Minang selalu identik dengan surau, sekolah dan pasar. Surau sebagai tempat untuk mengaji merepresentasikan alim ulama, sekolah melambangkan peran pemikiran para cendekiawan, serta pasar melambangkan semangat entrepreneurship yang dimiliki para pengusaha,” terangnya.

Ketiganya merupakan modal utama masyarakat Minang yang sepatutnya tidak dilupakan sebagai basis dalam pembangunan daerah. “Modal kita di sini setidaknya tiga: surau, sekolah dan pasar,” ujar JK.

Di masa sekarang ini, terang Wapres, kemajuan teknologi telah memberi dampak perubahan dalam berbagai pola kehidupan, baik itu pola produksi maupun pola konsumsi, bahkan pola berkomunikasi. Dengan adanya perubahan itu, lanjutnya, kita harus siap menyesuaikan diri sistem pendidikan dan pemerintahan. “Perubahan ini juga mempengaruhi dalam cara pemerintah memajukan bangsa juga berubah,” tutur JK.

Dengan memperhatikan perkembangan dan modal yang dimiliki, perlu dipikirkan cara memproduksi yang lebih baik, yang lebih efisien. Segala modal yang dimiliki suatu daerah harus bisa memberikan nilai tambah sehingga bisa meningkat pendapatan masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, pendidikan memegang peranan penting.

”Sejengkal tanah harus bisa menghasilkan dengan lebih baik. Itulah wujud dari kemakmuran. Hal itu hanya bisa dipenuhi dengan sistem pendidikan yang lebih baik,” pesan JK.

Dalam kesempatan itu, Wapres yang hadir bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengharapkan peran serta sektor bisnis bisa lebih aktif dalam menggerakkan roda perekonomian. “Kalau ingin suatu daerah lebih baik, peran pengusaha harus lebih besar,” ujar JK.

Wapres juga mengingatkan bahwa di dunia ini banyak negara maju bukan karena sumber daya alamnya. Banyak negara yang maju karena kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan menjadikannya industri.

Oleh karena itu, Wapres mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih jeli melihat potensi daerahnya serta yang lebih penting adalah mengembangkan sumber daya manusianya dalam hal penerapan ilmu dan pengetahuan. “Bukan ototnya yang besar tapi otaknya yang hebat,” pungkasnya. 

Hadir mendampingi Wapres dalam kunjungan ini, antara lain: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Fahmi Idris, Walikota Padang Malyehdi Ansharullah. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BMKG : Waspada potensi hujan lebat dalam sepekan ke depan

Jakarta, SUARA TANGERANG – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai curah ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com