PBAK Dompet Dhuafa

PBAK Dompet Dhuafa ajak masyarakat awasi proses pemilihan Capim KPK

Pamulang, SUARA TANGERANG – Korupsi menjadi salah satu kejahatan luar biasa yang hingga kini masih setia bertengger menjadi musuh bangsa. Dan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga superbody yang dinilai oleh sebagian pengamat mulai kehilangan nyalinya..

Karena itu, Indonesia Corruption Watch, Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK) Dompet Dhuafa,,Tanggerang Public Transparancy Watch (Truth) mengajak semua pihak untuk terus mengawal proses seleksi calon pimpinan (Capim) KPK yang mengedepankan pertimbangan rekam jejak, integritas, kapasitas, dan kredibilitas.

Sehubungan dengan rekam jejak 20 Calon pimpinan  KPK yang bermasalah, maka Indonesia Corruption Watch, Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK) Dompet Dhuafa,,Tanggerang Public Transparancy Watch (Truth) mencoba mengupas persoalan tersebut dengan menggelar diskusi publik pada, Selasa, 3 September  2019 yang bertema Fenomena Corruptors Fight Back Dalam Seleksi Pimpinan KPK yang bertempat di Kafe Piro, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang,Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Proviinsi Banten.

“KPK adalah anak kandung reformasi yang telah berhasil membangun optimisme masyarakat tentang masa depan perang melawan korupsi di Indoensia. Oleh sebab itu jangan bunuh asa masyarakat karena salah menempatkan komisioner . Berdasarakan survei LSI-ICW pada tahun 2018, KPK menjadi lembaga yang paling dipercayai masyarakat dalam upaya pemeberantasan korupsi di atas lembaga pememrintah yang lain seperti Polri, Kejaksaan dan DPR,“ kata ahli hukum tata negara Prof Mahfud MD.  
                   
Di tangan KPK, masyarakat menaruh harapan untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun harapan itu selalu dilawan oleh koruptor yang memiliki kekuatan dan kekuasaan lebih. Sejak berdirinya KPK 16 Tahun lalu, di setiap masa kepemimpinan KPK selalu mendapat perlawan dari para koruptor. “Cicak vs Buaya dari jilid satu hingga saat ini adalah jilid yang ke 4, atau disebut masyarakat dengan Cicak vs Buaya 4.0. yang terlihat jelas dan terang terangan lembaga-lembaga yang pro koruptor melawan KPK namun sekarang lebih canggih,” ujar Mahfud MD.

Sebagai lembaga yang telah berhasil membangun kepercayaan  masyarakat tentang melawan korupsi di Indoensia, KPK telah mengalami upaya pelemahan yang dilakuakan dari luar maupun dari dalam, dari luar seperti upaya pelemahan melalui RUU-KPK, kriminalisasi, dan serangan terhadap penyidik, seperti Novel Baswedan. Tentunya hal ini membuat masyarakat khawatir takut pimpinan KPK justru menjadi temannya para koruptor. Karenanya, dengan berbagai cara masyarakat anti korupsi ingin menyelamatkan KPK, salah satunya lewat seleksi Capim KPK. Oleh karena itu, diharapkan calon yang terpilih nanti adalah mereka yang terbaik dan bisa memperkuat KPK, bukan melemahkan.

“PBAK lahir atas keprihatinan Dompet Dhuafa terhadap maraknya budaya korupsi di Indonesia. Korupsi merupakan sumber kemiskinan dan pemiskinan terhadap sebuah masyarakat atau negara. Oleh sebab itu, tidak ada upaya pengentasan kemiskinan tanpa pencegahan terhadap budaya korupsi, karenanya.kami mengajak masyarakat melalui publik diskusi ini untuk peduli terhadap para individu ataupun kelompok yang akan mengambil kebijakan agar tidak terjerumus ke dalam korupsi.”ucap Ridwan Afan selaku General Manager PBAK Dompet Dhuafa.

Program Pusat Belajar Anti Korupsi sendiri merupakan sarana edukasi anti korupsi terpadu bagi masyarakat umum, di mana di dalamnya terdapat berbagai materi-materi pendidikan anti korupsi baik berupa modul, film dan materi-materi penunjang lainnya yang berguna sebagai sarana memahamkan nilai-nilai anti korupsi  dan bahaya laten korupsi bagi masyarakat. Kerjasama ini merupakan bentuk nyata dukungan Dompet Dhuafa terhadap gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia, serta bentuk dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi yang saat ini masih menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sachruidn Hari Agraria Nasional

Terima 7 sertifikat tanah di Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang, Pemkot Tangerang: Keseluruhan tanah untuk fasos fasum

Serang, Banten, SUARA TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin hadir pada Upacara Peringatan ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com