Damai mahasiswa Kumala Pamdal DPRD Banten

Damai, mahasiswa Kumala cabut laporan polisi Pamdal DPRD Banten

Serang, SUARA TANGERANG  –  Ahmad Jayani, mahasiswa  dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), telah mencabut laporannya ke polisi atas kasus pemukulan, yang dilakukan oleh Anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Banten, Heri Mustari, saat melakukan pengamanan dalam Rapat Paripurna Istimewa Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Banten periode 2019-2024, Senin (2/9/2019) lalu.

Baik Jayani maupun Heri telah sepakat untuk berdamai, sesuai surat tidak melanjutkan laporan Polisi, Nomor LP/312/ IX/ Res. 16/2019/Banten, tanggal 2 September 2019, yang ditandatangani di Polsek Curug, Senin (9/9).

Dalam surat tersebut tertulis, sehubungan dengan laporan/pengaduan ke Direktor Reserse Kriminal Umum Polda Banten dengan laporan Polisi Nomor : LP/312 /IX/ RES. 16/ 2019/ Banten/ SPK I, tanggal 2 September 2019, dan Surat Pelimpahan Perkara Nomor : B/ 1655/IX/Res 1.6/ 2019/ Ditreskrimum tanggal 6 September 2019 tentang Pelimpahan Perkara Tindak Pidana “Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan Ringan” yang terjadi pada hari Senin tanggal, 2 September  2019 di kantor DPRD Provinsi Banten, Kecamatan Curug, Kota Serang dengan ini korban atau pelapor mohon kepada Kapolsek Curug untuk tidak melanjutkan Laporan atau pengaduan.

Dan, menganggap perkara tersebut telah selesai dengan pertimbangan adanya kejadian tersebut telah dilakukan mediasi dan saling meminta maaf atas kejadian tersebut serta dilakukan musyawarah kedua belah pihak.

Usai pencabutan laporan polisi, Ahmad Jayani kepada awal media menyampaikan, bahwa pihaknya bersama keluarga besar mahasiswa Kumala sudah sepakat untuk melakukan pencabutal laporan atas kasus pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota Pamdal DPRD Provinsi Banten.

“Memang pada awalnya tanggal 2 September, saya melaporkan kejadian ini ke Polda Banten, tetapi Polda Banten mendisposisikan ke Polsek Curug ,dan Alhamdulillah tadi sudah dicabut laporannya, dan itu juga berkat hasil mediasi antara DPRD Provinsi Banten yang didampingi senior-senior Kumala,” katanya.

Ia menyampaikan, bahwa secara pribadi dirinya tidak tega jika laporan polisi tersebut dilanjutkan hingga berujung pemecatan. Oleh karena itu, dirinya memilih jalan musyawarah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Yang pertama, dari lubuk hati saya, saya merasa tidak tega kalau seandainya terjadi pemenjaraan atau pemecatan terhadap Pak Heri. Waktu itu memang karena saya terlalu tergesa-gesa, terburu-buru menyelesaikan laporan ke pihak kepolisian tetapi saya berpikir dua kali bahwa jalur musyawarah adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Ke depan dirinya berharap, ketika mahasiswa menyuarakan pendapatnya di muka umum, baik pawai maupun aksi demonstrasi tidak ada lagi perlakuan-perlakuan yang tidak semestinya. Ia juga mengatakan, meskipun pihaknya mencabut laporan, namun fungsi mahasiswa sebagai agent of control dan agent of change harus tetap diperankan untuk mengawal kerja-kerja pemerintahan (eksekutif) maupun legislatif, dalam hal ini adalah DPRD Provinsi Banten.

“Untuk hal itu sebenarnya antara keluarga mahasiswa Lebak dan pihak DPRD Provinsi Banten itu sudah saling memaafkan, dan fungsi  kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai  agent of control dan agent of change masih tetap kali lakukan, untuk mengontrol kinerja DPRD Provinsi Banten, terutama atas kewenangan yang telah diamanahkan rakyat kepada mereka, kewenangan,  legislasif, budgeting dan controlling agar ketiga kewenangan itu bisa dilaksanakan dengan lebih dimaksimalkan lagi,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Koordinator pengamanan kantor DPRD Banten, Sunjana mengaku bersukur bahwa kasus tersebut berakhir damai. Ia juga menyampaikan akan mengevaluasi serta mengantisipasi hal hal serupa arga tidak terjadi lagi.

“Alhamdulillah antara mahasiswa Kumala dengan Pamdal sudah selesai dengan berdamai. Harapan kami memang kita juga akan antisipasi kedepannya jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan contohnya pemukulan. Kita mungkin akan amankan kalau ada permasalahan tapi tidak ada kekerasan atau pemukulan,” tandasnya. (1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Hewan qurban Tomsi Tohir

Idul Adha 1440 H, Kapolda Banten: Saatnya peduli dan berbagi dengan sesama hamba Allah

Serang, SUARA TANGERANG  – “Kini saatnya kita peduli dan berbagai dengan sesame hamba Allah Swt.” ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com