40 Hari Wafatnya Gus Sholah

40 Hari Wafatnya Gus Sholah, Warga NU gelar doa dan tahlil sughro di Pamulang

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Warga Nadhlatul Ulama (Nahdiyin) menghadiri peringatan tahlil dan kirim doa untuk Almarhum KH. Sholahuddin Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Sholah di Masjid Al-Amin Pulo Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis malam (12/3). Peringatan ini tidak lain untuk mengenang  40 Hari Wafatnya Gus Sholah,  cucu dari pendiri NU yakni KH. Hasyiem Asy’ari.

Acara yang dihadiri kurang lebih 150 orang warga NU yang terdiri dari Pimpinan Pondok Pesantren, DKM Masjid dan Mushola, Ketua Ranting NU Sekecamatan Pamulang, Ketua MWC NU Pamulang, dan para tokoh masyarakat. 

Ketua penyelenggara Ustadz KH. Haidar mengatakan, acara doa dan tahlil mengenang 40 hari wafatnya Gus Sholah adalah salah satu tradisi NU yang harus kita rawat dan selalu di buat, karena tradisi adalah warisan dari para pendiri NU.

“Merawat tradisi NU sama dengan merawat NU, barangsiapa merawat NU maka di anggap dan di doakan oleh  mbah Hasyiem Asyari sebagai santri  dan kalau mati dalam keadaan mati yang khusnul khotimah” ungkap oleh Ustadz KH. Haidar yang juga menjabat Ketua Ranting NU Kedaung di dalam keterangan pers yang diterima Suaratangerang.com, Jum’at (13/3)

Dalam acara tersebut dihadiri juga KH. Abdullah Mas’ud, M.Pd yang masih ada ikatan dengan Keluarga Besar Jombang mengucapkan terima kasih atas peringatan do’a dan tahlil mengenang 40 hari wafatnya Gus Sholah.

“Saya mewakili keluarga besar Gus Sholah mengucapkan terima kasih. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih setimpal buat kita semuanya”, katanya saat sambutan.

Acara yang di mulai dengan pembacaan Tawasul para muassyis NU Khususnya Gus Sholah, lalu di lanjutkan pembacaan Yasin dan Tahlil Terasa khidmat dan penuh kesejukan.

Dalam Peringatan doa ini para jamaah diberikan “buku pintar warga NU” yang disusun oleh KH. Sholahuddin Wahid yang mana agar para jamaah bisa mengikuti pemikiran Gus Sholah dalam merawat organisasi terbesar di dunia.

Koordinator tim percepatan pembentukan ranting NU Ustadz Andi Wibowo mengatakan, Gus Sholah adalah Kyai yang bisa merespon perbedaan zaman dan cepat dalam merespon isu yang beredar di publik.

“Gus sholah juga deket dengan kalangan milinial dan juga kalangan Tua (Para Kyai Sepuh), beliau sangat di terima dimanapun ia berada, dan beliau jga tak pernah marah melainkan humoris dalam kesehariannya,” katanya. (Afifudin/YCR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PSBB Tangsel kembali diperpanjang hingga akhir Oktober

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG Р Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan bahwa ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com