Pemkot Tangsel dan mitigasi penanggulangan Coronavirus disease 2019

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG  – Prediksi beberapa lembaga penilitian tentang puncak penyebaran Coronavirus atau Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada pertengah April  hingga Mei 2020. Prediksi ini didasarkan pada trend data pengidap Covid-19 yang terus meningkat dari hari ke hari, terhitung sejak 2 Maret 2020 lalu.

Tepat hari ini, Senin, 6 April 2020, sesuai data yang dipublisdi www.covid19.go.od , Terkonfirmasi 2.491 kasus, Sembuh 192, dan Meninggal 209 orang.  

Data tersebut di atas, sudah termasuk data Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangerang Selatan yang diupdate dan publish  di akun Twitter Humas Kota Tangerang Selatan @humastangsel, pada hari yang sama, yaitu Senin, 6 April 2020. Dimana Orang Dalam Pengawasan (ODP) 450, Pasien Dalam Pewangasan (PDP) 185, Positif 56, Meninggal  36, dan Sembuh 18 orang.

Pertanyaannya adalah, apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mewaspadai penyebaran virus Covid-19  yang jumlah kasus terinfeksi positif dari hari ke hari terus bertambah?

Tanggap Regulalsi

Dari sisi regulasi, sejak awal diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa  telah ditemukan 2 orang warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus Covid-19 pada awal Maret 2020 lalu, Pemkot Tangsel telah mengeluarkan sejumlah kebijakan atau aturan berupa Surat Edaran (SE) Keputusan Wali Kota (Kepwal) sebagai ikhtiar untuk mengurangi resiko  penyebaran Coronavirus  kepada kurang lebih 1,7 juta jiwa penduduk per Desember 2019,  merujuk data BPS Kota Tangsel.

Ter-anyar adalah, Keputusan Wali Kota Tangerang Selatan, Nomor 360/Kep.109-Huk/2020 tentang Perpanjangan Status  Tanggap Darurat Wabah Penyakit Akibat Corona Virus Diseasi 2019. Dalam Kepwal  Nomor 360 /Kep.109-Huk/2020 tersebut, diputuskan bahwa perpanjangan status tanggap darurat  yang sebelumnya di tetapkan dalam Keputusan ini sekaligus merevisi Keputusan Wali Kota Nomor 360/Kep.100-Huk/2020 tentang Status Tanggap Darurat Wabah Penyakit Akibat Corona Virus  Disease 2019. Diperpanjang selama 58 (lima puluh delapan) hari terhitung mulai tanggal 2 April 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

 Keputusan Wali Kota (Kepwal) inilah yang kemudian dijadikan rujukan untuk memitigasi  atau melakukan serangkaian upaya untuk mengurangi  resiko  penyebaran Coronavirus dalam 58 hari ke depan, baik itu melalui pembangunan fisik (berupa pengadaan beberapa sarana pendukung seperti, pendirian posko covid-19, penyedian washtapel di tempat-tempat umum atau jalan protokoler, dll) maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas terkait di lingkungan Pemkot Tangsel guna mengahadapi  wabah penyakit yang menjadi musuh bersama masyarakat dunia saat ini.

Tanggap Mitigasi

Dalam hal mitigasi, Pemkot Tangerang Selatan telah berupaya untuk mengurangi risiko wabah corona virus yang juga melibatkan ASN dan masyarakat secara keseluruhan, upaya tersebut dalam  bentuk pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman terburuk wabah penyakit yang telah mendunia ini.

Bentuk pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan ASN maupun masyarakat tersebut terlihat dari beberapa fasilitas umum, kantor pemerintah dan rumah ibadah yang mulai dilengkapi dengan alat-alat khusus sesuai protap atau protokoler pencegahan dan penganggulangan penularan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dukungan Masyarakat

Sementara itu, dari sisi dukungan masyarakat tehadap apayang telah dimitigasi oleh Pemkot Tangerang Selatan adalah, tercatat hingga Senin, 6 Maret 2020, Pemkot Tangsel telah menerima berbagaimacam bantuan, apakah itu cairan dispektan, APD, dll dari pihak swasta melalu program CSR, seperti dari Bank Jabar Banten (BJB), Indomaret, Alfamidi, PT Essensial, PT Buana Telekomindo, PT Waskita, PT Urban Town Serpong, PT Indahkiat, PT Sinarmas, dan dari perguruan tinggi seperti Universitas Pamulan (Unpam), Forum Masjid Musholla BSD, bantuan dari TNI dan Polri, partai politik, yaitu Partai Golkar, serta elemen masyarakat lainnya.

Meski beberapa langkah mitigasi telah dilakukan Pemkot Tangsel sebagaimana diurai dia atas, dukungan dan kesadaran masyarakat untuk tidak ikut terpapar dengan virus Covid-19 adalah hal yang tidak bisa dielakkan.

Lalu, bagaimana dengan wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB)di Kota Tangerang Selatan yang diusulkan untuk mencegah penyebaran  Covid-19 di Tangsel.

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan penerapan PSBB memerlukan kajian mendalam. Kajian itu membahas di antaranya aspek ekonomi, sosial, kesehatan, hingga keamanan.

“Saat ini pemerintah kota masih dalam tahap melakukan kajian secara mendalam. Berdasarkan kajian ini kemudian akan diputuskan apakah akan mengusulkan PSBB atau tidak,” kata Wali Kota Airin, Jumat (3/4) lalu.

Tambah Airin, pihaknya saat ini masih menghitung persediaan bahan pangan di Kota Tangsel. Sebab, kata orang nomor satu di Tangsel ini, stok pangan menjadi prasyarat utama yang harus dipertimbangkan sebelum menerapkan PSBB.  (1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Permudah pelayanan, Tangsel buka gerai Disdukcapil di pusat perbelanjaan

Kota Tangsel , SUARA TANGERANG  – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, Senin, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com