Tawarkan jasa sex live streaming via sosmed dua wanita muda di Ciracas diciduk polisi

Serang, SUARA TANGERANG  – Dua wanita muda, AP (22) dan IP (23) diciduk polisi karena karena kedapatan menawarkan jasa sex live streaming di wilayah hukum kepolisian daerah (polda) Banten.

Menurut keterangan Direskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifuddin, SIK., MM, kedua pelaku  diamankan karena telah menyebarkan konten bermuatan asusila atau pornografi di sosial media.

“Kejadian bermula saat akun Instagram AP (22) menyebarkan status bermuatan asusila  atau pornografi di sosmed via akun Instagram anya. alugy. Tujuannya supaya orang membacanya dan tertarik untuk menyaksikan show live sex soulmate, lesbi dan threesome melalui grup akun line secara premium,” kata Kombes Pol Nunung Syaifuddin kepada wartawan saat press conference, Rabu (15/4) lalu.

Lanjut Nunung, dari hasil penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana ITE dan berdasarkan laporan polisi dan masyarakat pada tanggal 13 Agustus 2019, maka tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten kemudian melakukan pelacakan terhadap pemilik akun Instagram AP (22), dan ternyata pemilik akun tersebut berdomisili di Ciracas, Kota Serang, Provinsi Banten.

“Setelah diketahui keberadaan pemilik akun Instagram tersebut,  maka pada hari Senin, 13 April 2020. Tim Subdit V Siber  melakukan penangkapan terhadap pemilik akun Instagram AP di Ciracas, Kota Serang,  dan kemudian melakukan pengembangan hingga diamankan IP (23) di Cikokol, kota Tangerang,”

“Selanjutnya, kedua pelaku dibawa dan diamankan dengan barang bukti berupa transaksi pulsa, flashdisk berisikan layanan live streaming sex.  Dan, untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut kedua pelaku ditahan di Rutan Polda Banten.

Atas kasus ini, kedua pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat (1) Jo 27 ayat (1) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo pasal 55 KUHP dan/atau pasal 29 Jo pasal 4 ayat (1) huruf d dan/atau pasal 36 Jo pasal 10 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi Jo pasal 55 KUHP.

“Sesuai ketentuan UU ITE, kedua pelaku akan dikenakan pPidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah), dan Undang-Undang Pornografi,

dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak 6.000.000.000,- (enam milyar rupiah),”jelasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan terkait kasus tersebut, piahaknya menghimbau masyarakat supaya tidak membuat konten pornografi atau mengakses suatu laman, atau akun media sosial yang mengandung muatan asusila atau pornografi.

“Masyarakat diminta untuk lebih sadar dan berhati-hati dalam bermedia sosial jangan menyebar atau sengaja membuat konten asusila tau pornografi  dengan motif mencari keuntungan dari pihak-pihak yang mengakses konten asusila tersebut.”ujar Edy Sumardi. (1st)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kantongi 45.000 US dolar, pelaku pembobol brankas di Apartemen Amarta Puri dibekuk polisi

Kota Tangsel, SUARA TANGERANG – Dua pelaku pembobol brankas di Apartemen Amarta Puri, Lipo Karawaci, ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com