Mulai 24 April tidak boleh mudik, dan sanksinya efektif per 7 Mei 2020

Jakarta, SUARA TANGERANG – Minat masyarakat untuk mudik ke kampung halaman saat pandemik virus corona ternyata masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil 3 kali survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya pada tanggal 13 dan tanggal 15 April, masih didapat kiri-kira kurang lebih 20% warga yang berisikeran untuk mudik, meskipun sudah ada imbaun sebelumnya dari pemerintah untuk tidak melakukan mudik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, yang saat ini juga menjabat selaku Menteri Perhubungan Ad Interim saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), Selasa (21/4.

“Meski kita sudah sosialisasi jangan mudik atau tidak menganjurkan mudik, namun dari hasil survei itu masih 24% yang ingin mudik,” imbuh Luhut.

Menteri Perhubungan Ad Interim ini, juga menegaskan bahwa larangan mudik mulai akan berlaku pada hari Jumat, 24 April 2020 nanti, dan untuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif ditegakkan mulai 7 Mei 2020 mendatang.

”Jadi strategi pemerintah adalah strategi yang bertahap. Kalau bahasa keren militernya saya sebut bertahap, bertingkat dan berlanjut. Saya ulangi ya, bertahap bertingkat dan berlanjut. Jadi kita tidak ujug-ujug bikin begini karena semua harus dipersiapkan secara matang, cermat,” ujar Menko Marves.

Menut Luhut, keputusan larangan mudik ini juga menguatkan keputusan Presiden di awal Ratas mengenai larangan mudik pada Selasa kemarin yang membahas tentang pembahasan antisipasi mudik melalui video conference.

Menko Marves menegaskan bahwa Pemerintah memutuskan untuk melakukan pelarangan mudik pada saat Ramadan 1441 Hijriah maupun Hari Raya Idulfitri untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah-wilayah yang sudah ditetapkan untuk memperlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan juga wilayah yang masuk zona merah virus Korona.

”Jadi saya kira pemerintah daerah juga nanti bisa ngatur di sana.,” kata Luhut.

Larangan mudik ini, menurut Luhut, nantinya tidak diperbolehkan lalu lintas orang untuk keluar dan masuk dari dan/ke wilayah khususnya Jabodetabek, namun logistik masih dibenarkan.

”Namun masih diperbolehkan arus lalu lintas orang di dalam Jabodetabek atau yang dikenal istilah aglomerasi transportasi massal di dalam Jabodetabek seperti KRL juga akan jalan untuk mempermudah masyarakat tetap bekerja, khususnya tenaga kesehatan,” jelas Menko Marves.

Jadi, Luhut menegaskan bahwa KRL juga tidak akan ditutup dan cleaning service, rumah sakit dan sebagainya karena banyak dari hasil temuan Kemenhub yang naik KRL Bogor-Jakarta itu bekerja dalam bidang-bidang tadi.

Lebih lanjut, Menko Marves juga menyampaikan bahwa Pemerintah juga baru saja menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat, khususnya wilayah Jabodetabek.

”Dan sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo seluruh hal yang berkaitan dengan jaring pengaman sosial juga harus segera berjalan. Atas itulah pemerintah memutuskan untuk melarang mudik pada tahun ini,” ujarnya.

Menurut Luhut, kalau seperti persiapan, Ia umpamakan persiapan operasi militer logistik dilakukan, persiapan tadi dari sosialisasi dilakukan, latihan ini semua disiapkan baru sekarang dieksekusi.

”Jadi mulai 24 (April, red) ini itu akan berlaku larangan mudik. Jadi sekarang walaupun sudah hampir 3 minggu ini kita melakukan PSBB ya itu tadi pelarangan yang berskala besar (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” imbuhnya.

Pemerintah, lanjut Luhut, dalam hal ini bersama dengan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, Polri, TNI dan kementerian/lembaga terkait akan segera melakukan langkah-langkah persiapan teknis operasional di lapangan, termasuk memastikan arus logistik. Ia menegaskan termasuk memastikan arus logistik agar jangan sampai terhambat, dalam hal ini jalan tol tidak akan pernah ditutup, tapi dibatasi hanya untuk kendaraan-kendaraan logistik atau yang berkaitan dengan kesehatan, perbankan, dan sebagainya.

”Jadi kita masih membuka itu karena bagaimanapun rakyat itu atau masyarakat ini juga harus hidup,” pungkas Menko Marves. (1st/EN)

 #Jangan Mudik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Two weeks president

Tangerang, SUARA TANGERANG – Two weeks president, istilah ini sengaja disematkan Jafar Bua kepada Presiden ...

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com